Ikhtiar Itu Direncanakan

By i k k a r f - Maret 30, 2022

 



Hidup itu kayak naik bianglala, ngerasain duduk di bawah, di samping kanan, di atas, di samping kiri lalu ke bawah lagi lalu naik lagi. Suka-suka yang punya bianglala mau diputer sampe berapa kali kesempatan penumpang menaiki permainan ini. Namun suka-sukanya yang punya bianglala ini berbeda dengan Yang Punya dunia akhirat. Pastinya sudah terencana, nggak asal-asalan.

Foto diatas aku ambil ketika melakukan perjalanan dinas terakhir sebagai HRD sebelum jadi tenaga kesehatan. Siapa yang nyangka, aku yang latar belakang pendidikannya kesehatan bisa kerja jadi HRD. Meskipun bukan suatu hal yang mengagetkan di jaman sekarang, sekolahnya apa eh kerjanya dimana. Nggak nyambung jek!

Bagi sebagian orang ada juga yang perjalanan pendidikan dan pekerjaannya mulus, selinier dan kariernya menanjak. Terlihat menakjubkan, tapi belum tentu yang menjalani hidupnya tersebut merasakan hal yang sama. Kalau bahasa Jawanya itu “sawang-sinawang”. Itulah kenapa kita tidak boleh menghakimi apalagi iri terhadap hidup orang lain.

Kebiasaanku sebelum Ramadhan tiba, aku lakukan refleksi diri kemudian membuat rencana ataupun pasang target Ramadhan. Ya! Aku orang yang suka mengorganisir/Planner. Sempat suatu kali aku diingatkan Allah agar tidak terlalu ambisius. Ternyata hidup ini begini ya, boleh punya rencana tapi nggak boleh ambisius secara berlebihan. Bisa-bisa stres dan sakit.

Ramadhan 2022 Kali ini spesial, rasanya aku sudah menaiki bianglala kehidupan ini 100 kali lebih. Capek? Iya! Pusing? Iya. Rasanya bulan Ramadhan tahun ini aku ingin menaiki bianglala dengan sedikit “slow motion”. Biar nggak capek, biar nggak pusing. Pastinya harus ada rencana “slow motion” yang bagaimana. Jika salah pemaknaan, bisa jadi terlalu slow (bukankah yang terlalu itu tidak baik ya).

Aku cari lagi catatan Ramadhanku 2 tahun lalu, ada template Planner Ramadhan yang tidak aku isi dengan mindfullness. Padahal menarik sekali jika itu diresapi/ditadaburi lebih dalam lagi. Sekali-sekali tidak mengapa menggunakan buku lama daripada buku baru yang ujung-ujungnya bernasib sama dengan buku sebelumnya. Artinya tidak mengapa jika harus mengambil jeda atau spasi dalam hidup ini, tujuannya untuk memperbaiki harapan maupun doa-doa yang salah.

Silahkan anda pilih untuk menjalani hidup dengan rencana atau jalani hidup seperti air mengalir. Itu terserah anda, setiap pilihan selalu diikuti dengan positif dan negatif. Sejauh yang sudah aku pelajari, hidup itu perlu diusahakan (ikhtiar). Ikhtiar dengan sungguh-sungguh berbeda dengan ikhtiar yang asal gugur kewajiban. Selama ini aku terbiasa dengan yang kedua.

Ramadhan tahun ini aku ingin melakukan ikhtiar yang sungguh-sungguh sekaligus menikmati setiap tahap demi tahapnya dengan menjurnal. Aku suka menulis, rasanya ketika emosi datang dan tak tau emosi apa itu biasanya aku tulis dalam buku. Setelah kondisi emosi stabil, aku baca ulang dan mulai mengenali emosi apa yang hadir saat itu.

Bismilllah siap menjurnal Ramadhan 2022 dengan mindfullness, sekaligus tulisan ini jadi pengingatku bahwa “my fertility Journal start!


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments