Temu Asyik dengan Bu Septi Peni : Berdaya bersama Komunitas Ibu Profesional

By i k k a r f - Oktober 28, 2021



Berdaya bersama Komunitas bergantung pada rasa lapar temen-temen akan kebutuhan mencari dirinya mulai dari pengembangan diri, memahami diri, melihat peran-peran yang ada di sekitar kita sebagai perempuan/ibu/istri. Perlu ikut komunitas untuk memenuhi rasa laparnya.

Kalau hanya ikut-ikutan teman (tidak dari internal) biasanya tidak bertahan lama. Oleh karena itu, jika sudah mempunyai strong why yang kuat, kemudian melakukan semua tips yang bikin betah di komunitas, yang terakhir jadikan komunitas untuk memenuhi rasa lapar kita (pengembangan diri).

Cara supaya memunculkan rasa cinta atau kepemilikan terhadap komunitas

Ketika melahirkan anak, bukan anak yang membutuhkan ibu tapi ibu itu sendiri yang ingin meningkatkan kualitas sebagai ibu/perempuan/istri. Kita yang perlu kehadiran anak tersebut. Proses membalikkan mindset itu yang perlu, mulai mencintai apa yang saya cintai tanpa pamrih apapun.




Perjalanan Sejarah Awal Ibu Profesional Terbentuk

Perjalanan IP sangat panjang, kisah yang paling berkesan ketika proses awal memulainya. Bersabar untuk proses dirimu bertumbuh, fokus pada diri sendiri dulu (belum tumbuh rasa lapar). 2005-2008 mulai mempraktikkan rasa lapar, 2011 baru "ngeh" dan berbagi keluar. Komitmen tiap hari rabu berbicara sendiri di jam 11 tentang apa yang sudah bu Septi dapatkan. Dari yang tidak ada orang sampai datang satu per satu.

Diantara 100 orang yang datang, ada 1 yang lucu di tahun 2012 di streamingkan minta diajari gimana caranya streaming bawa laptop di tengah pasar (orang tersebut orang pasar). Anak dari ibu tersebut melihat streaming dari teman Bu Septi di Jepang, dan dia bertekad bisa sekolah sampai ke luar negeri. Ketika besar anak tersebut bisa kuliah ke luar negeri.

Cara untuk menumbuhkan semangat ketika sedang down

Ketika lahir komunitaas 3 bulan eh hamil lagi, satunya belum seatle kok udah ada lagi. Akhirnya break kasih waktu berapa lama untuk break, relaksasi kemudian lanjut lagi. Untuk melahirkan karya bagi bu Septi perlu waktu 3 tahun (ilmu titen) setelah melihat mengaplikasikannya langsung.

Memainkan peran sendirian dulu (misal : yang bagian cs namanya septi, bagian kurir peni, yang bagian produksi wulan), dapet income berapa buat gantiin salah satu peran saya itu. Income sekian nggaji orang berapa. 

Ketika cucu hadir, bu Septi membagi waktunya berantakan. Namun bu Septi menjadikan hal ini sebagai tantangan dan mencari solusi dengan memberikan tenggat waktu untuk kembali produktif.

Konsisten di Komunitas saat lingkungan komunitas sudah tidak nyaman lagi, caranya yakin dengan diri kita sendiri (rasa percaya diri) tidak terombang-ambing jadi tidak terpengaruh oleh teman sekitar (konsistensi). Kita yang menyampaikan CoC komunitas kembali, mengingatkan kembali, jika kita bisa menjaga konsistensi saya disitu maka masih bisa terus dilanjut.

Tips yang perlu dipahami oleh member baru

Lihat leadernya atau foundernya cerminan komunitas tersebut (struktur pikirannya bagaimana) riset leader diatasnya, bisa diajak ngobrol bareng/temui (jangan percaya katanya) CnC, core value-nya sejalan dengan keluarga tidak, CoC-nya bagaimana (gampang perpecahan, hoax masuk nggak). Pola komunikasinya bagaimana. Tau Cara masuk dan keluarnya bagaimana.

Untuk bahagia, diskusi bareng lalu ambillah peran (tidak diberi peran), jika tidak ada peran disana buat peran baru. Ketika kita berbinar lama-lama akan percaya diri, dan belajar dengan berbinar-binar. Eksplorasi Cari passion, cobain semuanya (harusnya mulai 16 tahun) tidak apa terlambat cari klik-nya dan beri batas waktu karena usia kita tidak muda lagi (dievaluasi).

Wuah selalu ada insight positif jika belajar bareng bu Septi, hari ini dapet tips keren yang bisa aku Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) di kehidupanku. Aku sangat berbinar di bagian cerita bu Septi diawal merintis Ibu Profesional beliau "membelah diri" ke banyak peran dan bersungguh-sungguh ditiap perannya. Jika dirasa sudah bisa didelegasikan ke orang lain, satu persatu peran itu dikerjakan dengan orang lain. Namun, tidak berhenti disitu bu Septi berusaha mencari peran lain jika semua peran sudah bisa dijalankan oleh orang lain. 

Jadilah bagian menjadi pemain yang hebat, warga yang berbinar, bermainlah dengan sungguh-sungguh karena bermain itu tidak ada yang main-main. Septi Peni.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments