Belajar Blogging bareng The Jannah Institute

By i k k a r f - Agustus 23, 2021

 



Pertama kali tau ngeblog, ketika internet sudah mulai booming di Jember. Terbukti dengan menjamurnya warung internet (warnet) disekitaran kampus negeri di Jember. Kebetulan aku sekolah disekitaran situ. Banyak sekali alasan temen-temen SMP-ku pada saat itu untuk bolos sekolah. Sebab selain warnet, ada rental PS (playstation), ada persewaan komik dan novel, wah banyak tempat asyik untuk skip pada saat itu. Tentu saja aku bukan bagian dari mereka, hanya saja sepulang sekolah ada 2 tujuan yang biasanya aku datangi. Kalau nggak ke persewaan komik ya ke warnet.

Aku lebih banyak bertandang ke persewaan komik daripada ke warnet.  Sejak sekolah dasar aku suka baca buku cerita, majalah dan mencoba-coba buat cerita pendek. Namun masa ABG adalah masa-masa teman itu segalanya. Nah, sahabatku suka banget sama warnet terutama sebuah aplikasi yang bernama MIRC. Aku suka sih, tapi nggak sebanyak sahabatku ini prosentasenya hehe. Mulailah buat email, friendster dan blog (anak milenial minggir dulu ya). Sejak itu blog jadi tempat nuangin unek-unek maupun curahan hati gadis remaja lugu ini.

Jaman SMA dan kuliah aku masih ngeblog tapi tidak intens. Aktivitas blogging hanya ketika ingin ke warnet saja. Sampai akhirnya internet sudah mudah ada di genggaman, semua orang punya handphone sendiri. Semua orang sudah sangat mudah mengakses internet. Sampai pada akhirnya di tahun 2015, ketika aku mulai mencoba berwirausaha mandiri, aku coba sidak blog yang aku punya. 

Keingintauanku sangat tinggi, aku punya tidak hanya satu blog tetapi tiga (apa mungkin lebih ya). Mencoba mengingat-ingat beberapa akun yang aku buat untuk menghapus jejak digital yang aku rasa perlu dinonaktifkan saja. Akhirnya aku eliminasi semua menjadi 2 blog saja. Satu untuk personal dan satu lagi khusus untuk usaha. Ternyata aku belum bisa meng-handle keduanya. Hanya blog personal saja yang aktif karena sebagai sarana pengumpulan tugas belajar, hingga sampai saat ini.

Dari hasil pengenalan diri, ternyata aku punya banyak pemikiran/ide dan suka menulis. Bagiku kalau menulis suatu opini dengan tulisan bisa diedit sebelum diposting, sedangkan kalau publik speaking salah berbicara tidak bisa aku edit. Sampai suatu ketika, aku membaca tugas belajar dari teman yang sama-sama mengikuti IIP mbak nikmah, kok rapih dan bagus. Jadi aku termotivasi untuk belajar lebih profesional di dunia blogging. Harapannya aku bisa membagikan ilmu, opini, cerita pendek yang sudah lama ingin aku buat lagi, serta mereview produk orang lain maupun produk usahaku sendiri. Kalian bisa baca artikelku terkait usahaku di midwife sociopreneur.

Seolah Allah mendengar keinginanku, kebetulan sekali mbak pritaHW founder dari The Jannah Institute membuka kelas blog online batch 5. Aku pernah mengikuti kelas mbak Prita sebelumnya yaitu Publik Speaking for Mom tapi masih belum tertarik mengikuti kelas blogingnya. Alhamdulillah pada kesempatan ini Allah memberikan waktu dan kesempatan untuk belajar lagi dengan beliau. Lucunya lagi ternyata mbak Prita itu kakak kelasku SMA. Wow! Aku kaget ternyata cupu banget aku dulu ya, ga tau sama kakak kelas yang hits penulis mading sekolah 😂

Semoga setelah mengikuti kelas mba Prita ini, teman-teman yang berkunjung ke blogku senang melihat tampilannya, mendapat insight baik dari tulisan artikel yang aku buat. Kelebihan dari menulis blog bisa dibuat kerangkanya dulu serta diedit sebelum di publikasikan, karena aku masih amatir jika harus berbagi ilmu dengan berbicara langsung. Semoga melalui tulisan dari artikel yang aku buat ini, ada pesan baik yang bisa teman-teman ambil. Aku terinspirasi dari quote salah satu sahabat Rasulullah ini.




Dari quote diatas aku ingin membagikan ilmuku dari tulisan, entah itu dari artikel blog maupun buku. Pertanyaan berikutnya : Mengapa aku memilih ikut kelas blog-nya mbak Prita? Pertama selain sudah kenal, beliau domisilinya Jember juga. Harapannya aku bisa banyak kenalan dengan blogger Jember yang keren-keren, sehingga mudah dan dekat jika mau kopdar (kopi darat) bareng. Ada satu quote dari Helen Keller yang aku suka, "berjalan di kegelapan bersama teman lebih baik daripada berjalan sendirian di dalam terang"

Kedua, kelas mb Prita diadakan secara daring. Meskipun daring, materi dan tutorial yang diberikan mudah untuk diaplikasikan. Memang kekurangannya ada beberapa materi teknis yang tidak bisa dibantu secara langsung caranya. Namun tidak mengurangi esensi teori yang disampaikan. Ada 3 tingkatan belajar blogging di TJI plus 1. Plusnya itu Preview Class (aku tidak ikut kelas ini sebab telat tau-nya) mengapa plus, karena kelas ini gratis. Aku saranin yang masih galau, ikut kelas preview ini. Jika sudah mantab, akan masuk ke kelas Basic. Disini aku sudah melakukannya 50% secara otodidak, jadi tinggal nyempurnain ilmunya 50%-nya lagi di kelas ini.

Kelas basic sebagian besar belajar tentang tampilan blog dan niche. Setelah itu beranjak ke kelas Intermediate, yang saat ini sedang aku pelajari. Disini belajarnya lebih teknis lagi, fokusnya pada tulisan dan konten apa yang ingin aku tulis nanti. Sedikit cerita aku juga sudah ikutan belajar kelas nulisnya Dee Lestari, In Sha Allah mau jadiin praktek nulis mengaplikasikan ilmunya ditulisan artikelku nanti. Alhamdulillah itu udah jadi bekal yang luar biasa yang bisa aku explore.

Setelah kelas ini aku berencana untuk menyempurnakan belajarku ke kelas Advance. Bisik-bisiknya sih nanti akan belajar bagaimana blog kita mendatangkan cuan. Wow! Keren banget ya! Meskipun cuan bukan fokus utama, tapi siapa sih yang nggak mau kalau hobi yang kita suka dihargain orang lain, ya nggak? Bagi teman-teman yang ingin ikutan kelasnya juga, silahkan hubungin mbak Prita atau The Jannah Institut (TJI) ya.









  • Share:

You Might Also Like

0 Comments