Mentorship Pekan 5 - False Celebration

By i k k a r f - Juli 05, 2021




 


Pekan ini Peri Hutan Cekatan menjelaskan secara teori,

Tahapan Proses Mentoring :

1. Check In

  • Check progres diri sendiri.
  • Makna program mentorship bunda cekatan dalam diri anda.
  • Memunculkan internal motivation sehingga berimbas ke kehidupan sehari-hari.
  • Keterampilan meningkatkan kualitas diri dan bagaimana meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain.
  • Tidak ada yang bisa merendahkan kita kecuali kita mengizinkannya.

2. Check Progress

  • Buka kembali action plan.
  • Bertanggungjawab atas apa yang sudah kita tuliskan.
  • Lihat target, tujuan, kemudian langkah yang sudah disepakati dengan mentor. 
  • Bagaimana progresnya? Apa saja yang sudah dilakukan?
  • Mintalah feedback dari mentor. Jangan sakit hati saat mendapatkan feedback.
  • Mentor mengasah skill komunikasinya diasah terus-menerus agar bisa memberikan feedback yang benar dengan cara yang baik.
  • Jujur pada diri sendiri. Evaluasi diri sendiri, kemudian apresiasi.

3. False Celebration

  • Lakukan false celebration, bersama mentor atau kelompok anda (satu bidang yang sama).
  • Kunci false celebration : bawa progres yang sudah dievaluasi, it's okay to make mistake as long as i learn from my mistake, tidak apa-apa membuat kesalahan selama saya belajar dari kesalahan tersebut.
  • Cara false celebration.
  • Pentingnya false celebration.
  • Essensi program mentorship di bunda cekatan yaitu pola belajar untuk meningkatkan kualitas diri.
  • Keterampilan dapat tumbuh dengan konsistensi, mental harus dilatih terus-menerus agar dapat berubah. 

4. 360° Feedback

  • Mendengarkan dengan sesama anggota kelompok (peer mentoring).
  • Mendengarkan anak-anak, dan suami (anggota keluarga).
  • Mendengarkan orang yang secara kemampuan atau secara usia lebih dari kita.
  • Mendengar feedback menjadikan diri lebih bijaksana.
  • Kekuatan yang diperlukan untuk bisa bertumbuh dengan sangat baik/bagus.


Pekan ke-2 ini semangat menurun, entah karena banyak mendengar berita duka baik dari saudara, teman maupun rekan kerja. Bisa juga karena peralihan dari bekerja full WFO, pekan ini lebih banyak WFH. Waktu memang lebih banyak menyelesaikan tugas diluar jam kerja, dan seharusnya bisa meluangkan waktu di dapur. Pekan ini berhasil 1 hari 5 menit di dapur masak kacang hijau, untuk dikonsumsi beberapa hari kedepan. Bisa jadi karena lumayan banyak waktu di rumah, jadi heboh pengen nyelesein ini itu. Walhasil yang urgent (memasak/menyediakan makanan) malah terabaikan, lebih memilih melakukan aktifitas lain dan kebanyakan bermalas-malasannya.

False celebration ini saya diskusikan dengan mentor saya via chat, sebab belum memungkinkan untuk kita buat video call. Alhamdulillah setelah mendengar cerita pengalaman mentor saya ternyata hal ini juga dialami kok dengan orang lain. Yang terpenting kita bisa evaluasi diri, cari solusi kedepannya harus bagaimana. Menemukan kesalahan dan mau memperbaiki diri juga perlu diapresiasi, hal itu adalah salah satu proses untuk merubah habit buruk ke habit baik. Pastikan tidak stress, dan menikmati setiap proses perubahannya. Terima kasih mentorku sayang.


Setelah deep talk, ternyata akar masalahnya dari seringnya gagal bangun pagi jadi saya dan mentor sepakat untuk mengevaluasi kembali progres pekan ini. Saran dari mentor, tetap lakukan saja tujuannya menyiapkan makanan dengan lihat sepekan ini sambil perbaiki bangun pagi-nya. Pekan ini sudah selesai, saya persiapkan kembali emosi untuk pekan depan dengan cara mengelola emosi saya menggunakan metode ASIG (Accept, Select, In, dan Gratefulness) dari Enlightening Parenting. 

Hasil diskusi dengan mentor langkah saya kedepannya sedikit diubah. Bangun subuh tidak tidur lagi, pkl 05.00 wib jalan pagi sambil dengerin spotify selama 30 menit, lalu sampai rumah ke dapur 5 menit untuk siapin sarapan & mealplan makan malam. Kalau lagi puasa, siapin mealplan buat buka puasa dengan melihat bahan makanan yang ada di kulkas.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments