Mentorship Pekan 3

By i k k a r f - Juni 22, 2021




Pekan ke-3 semakin dalam masuk ke fase kupu-kupu, sambil membuka peta mindmap yang tergulung rapih di dalam ransel. Pelan-pelan aku buka, kembali teringat telur hijau, merah, jingga, ulat, kepoompong dan kini melihat ke sekeliling, sejauh mata memandang saya merasa jalan yang dituju searah dan hampir sampai di ujung hutan.

Di awal saya menulis di akhir hutan kupu cekatan saya ingin menjadi ahli gizi secara holistik. Fase mentorship ini seolah-olah diingetin secara nggak sengaja oleh mentor untuk "on the track" dengan langkah kecil tapi pasti. Setelah di fase kepompong jalan sendiri berdasarkan ilmu yang didapat di fase ulat, kali ini saya belajar "terbang" sambil dibimbing mentor. Bukan didikte, tetapi seperti trainer yang mengingatkan saya, membantu saya menemukan "puzzle" yang selama ini saya cari, sehingga saya semakin percaya diri untuk menentukan "sikap". 

Pekan ke-2 saya ingin menambahkan lemak baik di menu makanan saya sehari-hari, kemudian sambil membaca mindmap berikut 4 hal yang perlu saya perhatikan selama 6 pekan kedepan.




Untuk menyiapkan menu makanan saya sehari-hari sudah pernah saya lakukan, tantangannya memang ada di 4 faktor diatas. Kesibukan saya sehari-hari mengharuskan saya cekatan untuk mengatur waktu dan management dapur, terutama membuat meal plan dan foodprep yang proper untuk menyukseskan misi menyiapkan menu makanan waktu sarapan dan makan malam saya setiap hari selama 6 pekan. Belum lagi saya harus berjibaku untuk mengelola emosi dengan baik, agar challenge kali ini tidak sama dengan tantangan di fase kepompong kemarin.




Sebelum sampai kesana, mentor saya mengingatkan dalam "atomic habit" ada 2 kemungkinan : mengubah habit jelek ke baik atau menambah habit baik. Saya memilih pilihan ke-2, ketika membacanya saya udah happy duluan. Sebab di fase kepompong saya berusaha untuk mengubah, rasanya seperti meraih (ternyata indikator saya terlalu banyak jadi rasanya capek) sesuatu. Kali ini mencoba "enjoy" (menikmati) setiap harinya, oleh sebab itu saya harus menanamkan "strong why" kenapa saya harus melakukan tantangan kali ini. Ya hormon itu dipengaruhi tidak hanya jasmani, rohanipun juga harus stabil. Namun Saya ingin melihat hasil "cepatnya" dari indikator menstruasi (terukur). Keuntungan jika saya sampai di tahap ini berpengaruh baik di quality of life saya. Jika saya sehat maka saya bisa berbagi "sehat" ke sekitar saya.




Mari kita tarik benang merah dari hal-hal diatas, saya perlu menguasai manajemen dapur (ilmu yang didapat dari fase ulat) perlu diaplikasikan di 6 pekan kedepan sambil merinci briefieng dan role play kemungkinan-kemungkinan yang nantinya akan muncul setelahnya. 

Ke-2 menguasai rumusan meal plan paling nyaman dan cocok untuk diri sendiri, saya percaya setiap orang itu unik jadi cari yang paling sesuai dengan kondisi saya. Sesekali bertanya ke mentor mengenai hal ini 😁  Pekan ke-3 ini saya dan mentor sepakat untuk diskusi via chat whatsapp, sebab pekan 1 dan 2 sudah banyak kita diskusiin akan hal ini. Saya memilih untuk menjurnal di buku dan menempel sticky notes progres setiap hari selama 6 pekan di papan tulis untuk data. Bismillah!


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments