Mentorship pekan 2

By i k k a r f - Juni 19, 2021



Kalau di pekan 1 topiknya saling kenalan, akhirnya setelah janjian berhari-hari dapetlah waktu yang cocok minggu pagi kita saling telfon via WA (whatsapp). Kami sepakat untuk diskusi panjang di satu hari sabtu atau minggu tiap pekannya. Mungkin emang udah dijodohin yaa sama Allah, kita ternyata lumayan banyak kesamaannya. Sama-sama berada di dunia medis, penjurusannya hampir sama (meskipun level mb Lusi sangat tinggi di atasku, beliau dokter dan magister managerial RS) jadi pas banget untuk dijadikan mentor. Kesamaannya lagi, kami sudah hampir se-value karena sama-sama menjadi alumni EP. InsyaAllah diskusi kedepannya sudah sangat enak. Kurang lebih 1 jam 15 menit kita ngobrol dan berkenalan, saya senang sekali kenal mb. Lusi beliau orang yang ramah.

Masuk di pekan ke-2, sesuai arahan Magika kami diharuskan untuk melakukan video bersama gunanya untuk saling mengenal dan membaca gesture pastinya yang sesuai adab belajar ya. Sedikit banyak kami sudah membahas di pekan 1, jadi saya menyerahkan rangkuman saya untuk dibaca mb Lusi sehingga di weekend pekan ini kita sudah punya template mau diskusi apa saja. Kalau Magika punya assessment yang harus kami diskusikan, yaitu :
1. Hal apa yang mentee harap dapat ditingkatkan?
memperbaiki hormon dengan pola hidup sehat, terutama dari nutrisi makanan.
2. Apakah tujuan yang mentee bayangkan itu spesifik, realistis dan dapat dikendalikan?
ya, akan ada challange selama 6 pekan "menambah lemak baik" per-hari-nya. 
3. Bagaimana perasaan mentee tentang proses menetapkan tujuan/goal.
sangat bersemangat untuk mentrack record nutrisi selama 6 pekan dg menjurnal dan menulisnya di sticky notes papan tulis yang bisa dilihat setiap hari. Jika di akhir belum tercapai, saya punya data untuk dievaluasi kedepannya.

poin-poinnya pertanyaan selanjutnya :
1. Apakah anda baru memulai?
sebelumnya menchallange di fase kepompong, namun kali ini lebih fokus dan hanya mampu 1 habit (evaluasi challange lalu)
2. Pernahkah anda melakukan skill ini sebelumnya?
Belum pernah.
3. Apakah ingin mempelajari teknik baru atau meningkatkan keterampilan khusus?
ya, ingin mencoba teknik atomic habit dan enlightening parenting dipadukan jadi satu.
4. Apa tantangan terbesar yang anda hadapi sejauh ini?
istiqomah/konsisten menulis setiap hari di sticky notes.


               

          


Pertanyaan untuk mentor saya tuliskan di resume gambar diatas, lalu saya menuliskan planning apa saja yang akan saya lakukan dengan mentor saya mb Lusi. Sepakatlah kami diskusi di hari sabtu ini jam setengah 11. Saya sudah pernah melakukan challange ini kemarin di fase ulat dan kepompong. Di fase ulat saya membuat podcast tentang merubah habit ala EP, dan di tantangan 30 hari fase kepompong saya membiasakan pola hidup sehat. Setelah dievaluasi di aliran rasa, ternyata mengapa saya hanya bisa excellent 1 kali di fase kepompong karena kurang spesifik. Kebetulan saya menonton youtube dibacain buku atomic habit, dan sangat kebetulan mb Lusi sudah membaca bukunya serta telah melakukan perubahan habit dari buku tersebut.

Di pekan 1 mbak Lusi sudah memberi link rangkuman buku Atomic Habit dengan sangat rinci. Saya cicil baca tulisan yang sudah mba Lusi share, itu membuat "puzzle" yang tidak saya dapatkan di tayangan youtube yang sudah saya lihat, ketemu di link ini. Menurut mb Lusi untuk menjadi dokter keluarga, kita cari dulu anggota keluarga yang paling beresiko. Ternyata saya sendiri yang sangat beresiko, sebab menstruasi sudah mengganggu kualitas hidup saya tiap bulan dibandingkan kesehatan ibu dan suami. Justru lebih mudah melakukan rubah hidup sehat di diri sendiri daripada terhadap anggota keluarga lain (lebih terkendali). Harapannya jika kita sudah menemukan ritme menjadi dokter di diri sendiri, kedepannya lebih bisa membantu anggota keluarga lain untuk merubah pola hidupnya menjadi sehat.  Siapa tau di tengah-tengah challange, anggota keluarga ikut termotivasi berubah bareng.



Kendala dan rencana sudah didiskusikan, kedepannya saya perlu data untuk mengevaluasi 1 pekan dahulu dengan alat bantu journaling dan menuliskan checklist berhasil atau gagal di papan tulis agar bisa tervisualkan. Dari ke-5 hal diatas, saya ingin fokus 1 ubah habit untuk "makan lemak sehat", harapannya semakin hari lebih banyak makan lemak sehat daripada makan transfat. Terima kasih mb Lusi, sedikit banyak saya juga belajar karakter mentor saya. Tekadnya yang kuat menular secara tidak langsung ke saya, semoga bisa berhasil mengubah habit buruk ke baik seperti mbak Lusi. Semoga nggak bosen yaa 8 pekan direcokin saya melulu. Hehe Jazakillahu Khoir 💕


 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments