Fase Kupu-kupu : Mentorship Pekan 1

By i k k a r f - Juni 08, 2021

 #institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#tahapkupukupu

#mentormenteebertemu



Saya akan sedikit membagikan obrolan dengan bu Septi dan pak Dodik ketika "Zoompa". Mentorship menurut pak Dodik adalah mendampingi, memberi ruang mentee untuk bertumbuh/berkembang sendiri. Harapannya mentee punya "list of question" kepada mentor. Hati-hati jangan sampai mentor "membentuk" mentee. Ada satu quote dari bu Septi, "Dalam perjalanan, kita akan menemukan mentor. Jika kita bersiap, pasti guru datang."

Minggu pertama dari kepompong menjadi kupu-kupu muda, kami diajak untuk membuat "personal branding". Sempat bertanya-tanya, kira-kira kebisaan saya apa? Mencoba mengenali diri, selama ini saya mempunyai aset yaitu suka belajar. Basic saya sekolah di kesehatan (bidan), namun di tahun 2014-an saya mengalami "quarter life crisist" (jika membaca artinya, ini istilahnya). Ada beberapa pendapat, manusia punya cara adaptasi yaitu dengan insecure (tidak percaya diri) jadi dari situ saya ingin menjadi secure dengan punya skill, self esteem (memiliki ilmu). Saya tidak ingin membatasi diri, tidak hanya ilmu di bidang kesehatan tetapi juga belajar sastra, psikologi, pertanian, agama, parenting dll.

Sempat jadi "pengkoleksi ilmu" saja, sempat "burnout" sebab ujian hidup membuat ilmu menjadi pelarian saya. Akhirnya datang pandemi banyak ilmu tentang mental health saya belajar tentang wellness (sustain health) kesehatan yang berkelanjutan. Semua ilmu tadi bertemu jadi satu yaitu Ketuhanan, semakin saya tau (ngerti ilmunya) semakin saya mengenal diri kemudian dituntun mengenal Tuhan. Disinilah mind, body, and soul (spiritual) saling berkorelasi. Tanpa saya sadari, saya juga sedang mempraktikkan ilmu yang saya punya untuk menjalani "ujian hidup" saya. Pernah dititik akhirnya faham, ikhtiar saya hanya belajar bagaimana untuk ikhlas dan berdoa saja. Saya mengimani bahwa Allah itu ada, saat ini lakukan bagian saya saja yaitu ikhtiar tidak perlu menjadi Tuhan.

Mengapa ada kata islamic? Artinya islami. Menurut Dr. Fahrudin Faiz, ada perbedaan antara Islam dengan islami. Jika berbicara Islam maka yang dibahas tentang sholat fardhu ada 5 waktu, rukun iman ada 6 dll. Sedangkan islami adalah kehidupan selaras dengan nilai-nilai islam, misalnya jujur, toleran, saling menghormati, dsb. Secara tidak langsung ketika saya mempelajari beberapa ilmu tadi saya juga mentadaburi Al-Qur'an dan hadist secara nyata. MasyaAllah Tabarakallah.. Tidak jarang saya belajar islami dengan orang yang non muslim, dan Allah memberikan hidayah kepada saya berupa "hikmah" sehingga faham akan arti sebuah hadist atau ayat Al-Qur'an. Tugas manusia hanya belajar dan berdoa meminta agar diberikan hikmah/hidayah (faham) dari ilmu yang sudah dipelajari (sebab tidak semua manusia "difahamkan" ilmuNya oleh Allah). Jika sudah mendapatkan "pemahaman" ini, sebaiknya di-share ke orang lain dan hal ini yang ingin saya share kepada mentee saya (kalau ada.. hehe).

Akhirnya saya membranding diri saya menjadi mentor "islamic sustain heatlh". Masuklah di pekan 1, Magika memberi tugas untuk mencari mentor yang sesuai dengan mindmap kita. Mungkin karena selama di Hutan Kupu Cekatan terutama di fase ulat saya tidak pernah "mencari", saya "dicari" oleh beberapa teman dan saya merasa cukup berinteraksi dengan banyak member. Di tahap mentorship ini sampai hari ini saya menulis jurnal, belum ada yang melamar saya menjadi mentor. Itu artinya belum ada mentee. WOW! Saya merasa pekan ini bakalan panjang untuk mengupload tugas pekan 1, tapi ternyata tidak.

Di hari senin, Magika memberi perintah kita wajib untuk mencari mentor. Chat di poster teman-teman sudah "ramai", ada yang tebar jala (mendaftar ke banyak mentor), ada yang baru mengupload poster mentor, semua sibuk dan saya bingung. Mencoba mencari mentor yang beririsan dengan mindmap saya. Akhirnya saya memutuskan melamar mentor yang materinya saya pengen, beririsan sedikit dengan mindmap. Saya ingin belajar design, diluar mindmap namun saat ini saya butuh belajar mendalam jadi ilustrator. Setelah melamar 1 mentor, saya menunggu sambil mencari lagi (santai) mentor lain yang materinya masih beririsan dengan saya.

Di hari selasa pagi tidak sengaja muncul di beranda, mba Lusi dari grup wolugopas upload poster membahas tentang dokter keluarga. Sangat kebetulan mba Lusi juga seorang dokter, saya ingin belajar secara keilmuan oleh ahlinya tentang dokter keluarga. Saya langsung "gercep" (gerak cepat) komen pertama di chat posternya. Sambil menunggu feedback, ternyata ada notif dari lamaran mentor pertama saya. Jawabannya ditolak hehe tidak apa, sebab memang irisannya terlalu sedikit jika saya belajar design. 

Selasa siang, Magika menjawab beberapa pertanyaan yang sudah masuk. Ada kata-kata Magika yang membuat saya tenang, "kita sedang buru-buru apa?" Iya juga ya, saya diburu apa.. Atau saya hanya bingung saja, karena teman-teman begitu jadi saya ikut-ikutan pengen cepet-cepet dapet mentor. Ternyata kalaupun dapet sisa mentor yang tidak beririsan dengan mindmap saya, kan saya bisa belajar ilmu baru lagi. Ini seperti jodoh-jodohan! Dari situ saya agak tenang, dan tidak lama Alhamdulillah saya dapet feedback dari mba Lusi bahwa beliau menerima saya menjadi mentee-nya. Terima kasih mba 💗

Overthinking saya sempat hadir, apakah belum ada mentee yang mendaftar karena kata-kata saya yang susah dicerna ya? Akhirnya saya menyederhanakan caption saya di profil album mentoring. Kalaupun sampai akhir belum punya mentee tidak apa-apa, berarti Allah sedang menolong saya agar bisa fokus menjadi mentee saja. Saya percaya, semua itu jodoh-jodohan. Semangat ya teman-teman!

Entah mengapa di kelas Bunda Cekatan ini saya sangat bersemangat, banyak metode belajar yang baru saya tau. Hal ini bisa saya amati, tiru dan modifikasi untuk konten edukasi yang sudah saya buat. Saya merasa diberi ilmu oleh Allah, jadi saya berusaha share melalui blog, podcast, instagram semampu saya. Sudah hukum alamnya begitu, ketika sudah diberi maka harus memberi. Yang terpenting adalah adab berilmu, ini yang selalu saya pegang dalam proses belajar (mencari ilmu) semoga akan terus seperti itu. Bismillah.. Bersiap belajar mentorship di tahap terakhir Hutan Kupu Cekatan dengan bahagia.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments