Fase Kepompong - Bank Ilmu Pekan 4 - Challange Day 1

By i k k a r f - April 06, 2021


Bismillah, fase telur sudah berlalu. Keriuhan di pohon apel untuk belajar bersama keluarga, lalu dilanjutkan "unlearn" di danau cermin dengan buddy-pun sudah selesai. Kini saatnya kami para ulat diminta oleh Magika untuk puasa. Masuk ke dalam kepompong yang sunyi, menyelami diri sebagai proses "inside out" (memahami konflik dalam diri). Bertepatan hitungan hari kita akan tiba di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Jadi puasa kali ini tak hanya di Hutan Kupu Cekatan tetapi juga di dunia nyata.

Lagi-lagi momen pekan ini sesuai dengan kisah kejadian real di hidup saya. Masih ingatkah teman-teman kalau saya ada penyakit kalau "heavy flow" menstruasi itu sakit banget? Ya! 3 hari kemarin saya kesakitan sampai tidak kuat bangun dari tempat tidur, sangking sakitnya saya perlu minum obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit yang luar biasa itu. Hal ini semakin menguatkan strong why saya untuk mulai pola hidup sehat secara mindfullness dari sekarang.


Kali ini di fase kepompong saya diajak untuk melakukan challange selama 30 hari dan puasa selama 4 pekan. Ide gamifikasi ini sangat menarik, mengingat sayapun membuat map dan gamifikasi ala saya sendiri ternyata gagal. Di mindmap saya, untuk merubah suatu habit itu dilakukan selama 90 hari dan hari ini sudah hari ke 38 tetapi masih belum ada perubahan yang berarti. Ternyata setelah dievaluasi, saya terlalu banyak fokus dan kurang mindfullness. Gamifikasi Magika ini jadi "oase" bagi tantangan 90 hari saya. Sebelumnya saya menjurnal di buku saya tersebut, nantinya jurnal saya akan berpindah di blog ini.

Pada peta gamifikasi saya, pekan ini adalah pekan terakhir berkutat pada Bank Ilmu. Jadi, ijinkan saya berbagi apa yang sudah saya pelajari dan sedikit merangkum dari video Magika tentang penjelasan mengenai gamifikasi di Fase Ulat kemarin. Saya jadi tau, ternyata banyak sekali metode belajar yang telah saya dapatkan selama di Fase Ulat kemarin. Kita diajak untuk belajar "self explanation" dengan menkombinasi cara belajar secara audiovisual (baik gambar, podcast, bahkan video).

Ternyata belajar itu banyak macamnya, ada learning by doing, learning by teaching, learning by sharing, learning by giving, peeragogy, window shoping, interleaving/interleaved practice (belajar banyak topik tetapi masih beririsan). Ketika di Fase Ulat kemarin kita diajarkan untuk process knowing, dan sekarang di Fase Kepompong kita diajak untuk process being (peace for place). Harapannya setelah keluar dari kepompong kita menjadi kupu-kupu yang cantik.

Akan ada perubahan yang terjadi, biasanya terlihat dari; wujud, nama/sebutan, sumber makanan berganti, pergerakan fisik tubuhnya berbeda, dan sifat/peran-nya juga akan berbeda. Tujuan puasa di tahapan kepompong ini adalah mengurangi gangguan atau penghambat tercapainya tujuan belajar, dan melatih untuk tidak melakukan hal-hal kontraproduktif. Tantangan 30 hari dapat meningkatkan produktifitas fokus 1 hal dulu saja untuk akhirnya bisa menjadi cekatan. Puasa 4 pekanan berfungsi untuk menguatkan "niat" ketika sedang melakukan 30 hari tantangan tadi. Dibutuhkan high concentration, high speed dan high energy untuk bisa melalui fase kepompong ini.

Kembali ke mindmap saya, goalnya bisa menjadi holistic nutritionist bagi diri saya sendiri. Pola hidup sehat yang menurut saya berkontribusi besar terhadap perbaikan hormon tubuh saya dari makanan. 30 hari kemarin saya sudah mulai men-challange diri saya ternyata kurang berhasil. Karena saya juga bekerja di ranah publik, godaan untuk jajan makan siang itu sangat besar. Belum lagi dapat nasi kotak yang saya kurang tau apakah ada MSG di dalamnya.

Saya mengambil kelas dengan dr. Meity Sp.OG karena jalan satu-satunya perbaiki hormon saya dengan mengubah pola hidup sehat. Menurut beliau musuh dari endometriosis adalah harus menghindari makanan berikut :

  • ayam broiler
  • makanan olahan/makanan cepat saji
  • kedelai, tahu tempe apapun produk GMO
  • makanan dari bahan tepung termasuk roti dan kue
  • makanan seafood, udang, kepiting, kerang dan cumi
  • makanan gorengan dan makanan yang dibakar
  • gula pasir, sirup
  • makanan dan minuman yang dikemas dan disimpan dalam wadah atau botol plastik
  • penyedap, pelembut, pewarna dan pengembang makanan
  • minuman bersoda
  • ikan asin
Dari ilmu diatas, maka saya ingin melakukan 30 hari challange untuk melakukan pola hidup sehat secara mindfullness. Dengan indikatornya sebagai berikut :

a. Excellent : Melakukan yoga 15-60 menit/hari, isi piring tidak lebih dari 1155 kalori/hari dan isi piring tidak ada makanan/minuman yang harus dihindari, Berhasil monotasking fokus selama 1 jam dengan teknik pomodoro.

b. Very Good : Melakukan yoga 15-60 menit/hari, isi piring lebih 1155 kalori/hari dan isi piring ada makanan/minuman yang harus dihindari, Berhasil melakukan pomodoro 1 jam. 

c. Satisfactory : Melakukan yoga 15-60 menit/hari, isi piring lebih 1155 kalori/hari dan isi piring ada makanan/minuman yang harus dihindari, tidak berhasil melakukan pomodoro 1 jam.

atau

Tidak melakukan yoga 15-60 menit/hari, isi piring lebih 1155 kalori/hari dan isi piring ada makanan/minuman yang harus dihindari, berhasil melakukan pomodoro 1 jam.

d. Need Improvement : Tidak Melakukan yoga 15-60 menit/hari, isi piring lebih 1155 kalori/hari dan isi piring ada makanan/minuman yang harus dihindari, tidak berhasil melakukan pomodoro 1 jam

Mengapa ada indikator monotasking, sebab ini salah satu faktor "mental health" agar selama melakukan challange ini merasakan mindfullness (slow living). Sebab saya terbiasa dengan multitasking dan itu membuat saya stres. Salah satu hal yang harus dihindari dari penyakit endometriosis adalah kurangi stres.

   

Hari pertama saya beri badge SATISFACTORY, sebab saya tidak melakukan yoga dan masih makan makanan yang tidak diperbolehkan tetapi saya berhasil fokus selama 1 jam. Puasa pekanan kali ini saya memilih untuk puasa tidak jajan, rincian indikator akan saya jelaskan di aliran rasa pekanan insyaallah di tanggal 14 april 2021. Demikian jurnal hari pertama saya, bismillah semoga istiqomah dan tetap semangat sampai di akhir challange. Semangat teman-teman!


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments