Aliran Rasa Tahap Ulat

By i k k a r f - April 02, 2021


 

Aha! Ternyata saya sangat terbantu dengan cara belajar dengan metode "gamifikasi", salah satunya dengan cara problem solver.  Jika dilihat dari tahapan menyelesaikan suatu masalah pertama dengan :

1. identify problem

2. brainstorm solution

3. make prediction

4. test idea -> revisi -> test idea setelah direvisi

5. Share result dengan teman

6. Ask new question

Siklus ini akan terus berlanjut sampai akhirnya mendapatkan jawaban.


Mengapa gamifikasi di tahap Ulat-Ulat dibuat seperti ini?

Tahapan ulat ini berada di tahap 5, yaitu share hasil berfikir dengan teman/kelompok.

Setiap kejadian tentu akan dihadapkan dengan sebuah masalah. Memberikan materi gamifikasi untuk mencari problem solver akan membantu kita menemukan mana pelajar yang memiliki kemampuan lebih daripada pelajar lainnya yang mungkin masih mengalami kebingungan. Dari mereka kita dapat memperluas proses pembelajaran dengan model kelompok dan membagikan problem solver yang kita dapatkan untuk menjadi salah satu anggota kelompok tersebut agar dapat membagikan materi dalam komunikasi antar pelajar yang merupakan bagian dari dukungan terhadap metode pembelajaran e-Learning.

Benar saja setelah sharing dengan kelompok maupun buddy, semakin terbuka sudut pandang saya. Mengenal ilmu baru yang didapatkan dari proses belajar teman lain. Walaupun dalam satu tema, tetapi pola pikir dan cara menyelesaikan masalah setiap orang berbeda-beda. Hal ini menjadikan diskusi kelompok sangat menyenangkan dan beragam. 

Meskipun saya masih ada sedikit pertanyaan baru, tetapi saya sudah menemukan sebagian besar jawaban dari ketidaktahuan (kebingungan) saya. Tinggal menemukan sedikit potongan puzzle kecil saja untuk melengkapi. 

Di tahap ulat kemarin, saya belajar untuk "say no". Memilih problem solver yang hanya sesuai dengan mindmap (masalah/kegelisahan) saya. Menantang diri untuk belajar menjadi problem solver, meskipun lebih ke sharing pengalaman saja bukan sebagai "expert". Banyak yang menarik tetapi bukan yang dibutuhkan saat ini. 

Belajar "cukup" dan berinteraksi/komunikasi sesuai adab yang baik. Belajar mengenal lebih dalam satu per-satu teman belajar yang berbeda keilmuan dengan saya. Disitulah saya merasa ilmu Allah luas banget, semakin belajar ternyata saya nggak ada apa-apa-nya. Masih banyak yang saya tidak tau, tetapi kita bisa mengenal secara singkat melalui sharing kisah maupun ilmu dari teman belajar kita.

Pemahaman baru ini sangat menyenangkan, setiap pekannya dibuat penasaran selama belajar di tahapan ulat. Terima kasih Magika, peri hutan dan team membuat proses belajar "gamifikasi" ini dengan sangat menarik. Saya jadi belajar metode belajar baru yang seru, bisa diterapkan untuk proses "problem solving" kedepannya.


Source : https://www.akubelajar.id/blog/strategi-dalam-memberikan-metode-pembelajaran-gamifikasi




  • Share:

You Might Also Like

0 Comments