Kebun Apel - Bank Data Pekan 2

By i k k a r f - Maret 04, 2021


Masih di kebun apel, Magika memberi kabar pekan ini ulat-ulat bebas makan sepuasnya. Maksimal boleh makan di 2 keluarga saja, jika kebanyakan takutnya bakal "gumoh". Magika mengingatkan, hati-hati dengan penyakit FOMO (Fear Of Missing Out). Jika bicara ini saya pernah merasakannya di masa lalu, tapi tidak untuk sekarang.

Saya pernah FOMO dan sampe burnout, saya percaya segala sesuatu itu ada positif negatifnya. Menurut saya pribadi (disclaimer dulu ini menurut pengalaman saya, belum tentu orang lain hasilnya juga sama) negatifnya saya kalap pengen ikut kelas ini itu yang sangat berbeda keilmuan disatu waktu. Jika berbayar, hal ini menguras kantong. Kalau di dunia bisnis sih hal ini disebut aset, keluar uang untuk investasi pendidikan.

Hal positifnya, saya jadi mengenal siapa diri saya sendiri. Sampai sekarangpun saya masih terus belajar akan hal ini, dan ujungnya memang saya semakin mengenal siapa yang menciptakan saya (Allah swt). MasyaAllah Tabarakallah sangat luas sekali ilmu Allah, dan saya belum ada seujung jarinya. Semakin dipelajari semakin tau bahwa saya tidak tau apa-apa. 

Seolah Allah setuju dengan keputusan saya menjadi nutritionist keluarga. Saya berkunjung ke rumah teman yang saya ceritakan di pekan lalu, awalnya saya ingin beli beberapa bahan makanan ke beliau. Tiba-tiba saya diajak untuk nimbang dengan menggunakan alatnya, untuk cek nutrisi yang ada dalam tubuh saya.


Data ini sangat mencengangkan buat saya! Setelah pekan lalu menghitung menggunakan BMI yang hasilnya adalah normal (ideal), ternyata dari timbangan ini lemak tubuh saya masuk ke dalam over fat. Dari penjelasan teman saya yang dokter gizi tersebut, bisa jadi hal ini yang membuat saya bermasalah dengan hormon. Kalau tidak punya timbangan ini masih ada solusinya kok, temen-temen bisa buka web dan search "calculator.net" disana bisa dipilih Fitnes & Health Calculator dan pilih body fat, jika ingin melihat berapa prosentase lemak tubuh anda.

Normalnya skeletal muscle harus lebih tinggi dari lemak tubuh, dilihat dari gambar diatas memang normal tapi tugas saya harus menaikkan skeletal muscle lebih banyak lagi, sebab ini bahan bakar untuk membakar lemak saya yang over fat. Jika dilihat dari data diatas, usia tubuh lebih tua 2 tahun daripada usia asli saya. Ini berarti sudah mulai ada proses "penuaan dini". 

Wah! Lagi-lagi saya terus bersyukur sama Allah dimudahkan jalannya dalam berproses untuk menjadi lebih sehat. Kapan-kapan pengen ngajak ibu dan suami kesini untuk timbang, tapi untuk sekarang saya fokus ke diri saya sendiri dulu. Jika saya sudah menemukan proses perjalanan menjadi ahli gizi keluarga secara holistik, saya bisa mengaturkan pola makan orang lain. Hal ini agar saya lebih fokus ke satu dulu sampai menjadi ahli. Perbaiki lagi mindmapnya hehe.

Bersyukur saya yang kedua adalah beruntungnya saya menambah keluarga memasak. Sebab kemarin kami sekeluarga makan besar tentang foodpreparation dengan mbak bhekti yang notabene ahlinya. Beliau pernah bekerja di Rumah Sakit menjadi supervisor sanitasi dapur Rumah Sakit. Wah pas banget dengan mindmap saya yang ingin belajar tentang wellness kitchen. Sebelumnya saya pernah ada kulwap mengenai ini dan beberapa gambarnya saya save di handphone.






Sengaja titip simpan disini sebab saya sedang decluter data-data di handphone, selain itu juga bisa dibaca teman-teman semua. Penjelasan dari mbak Bhekti ternyata hampir sama dengan artikel yang saya punya diatas. Ada informasi dari mbak Bhekti yang mengagetkan sekaligus merasa beruntung. Sebab saya ingin membeli alat2 dapur berbahan kayu, dan ternyata bahan kayu tidak disarankan dipakai untuk peralatan dapur. Alasannya kayu mempunyai serat-serat yang bisa dimasuki kuman pada bahan makanan, hal ini dapat mengakibatkan cross contamination. Baiklah, mari agendakan sidak dapur part 2. Yosh!


Alhamdulillah, bertambah lagi ilmu untuk menciptakan dapur yang sehat di rumah. Terima kasih mbak Bhekti untuk makanan utamanya pekan ini. InsyaAllah sudah mulai faham dan mencoba mempraktikkan di dunia nyata. Saya teringat, jika makanan sudah tidak ada nutrisinya yang ada merugikan tubuh. Enzim akan bekerja keras untuk mengolah makanan tersebut, belum lagi enzim juga bekerja keras untuk proses metabolisme lainnya juga. Sebagai contoh, makanan matang yang disimpan di kulkas dalam jangka waktu yang lama, serta makanan yang diangetin terus-terusan kadang sampai berhari-hari. Astagfirullah!

Selain belajar dengan mba Bhekti, saya juga mencari tau melalui Youtube-nya The Vegan Corner, yang perlu diperhatikan tentang meal preparation :
1. size meal
2. storages
3. container
4. fresh/raw food
5. cost food
6. various food
7. health and safe (danger zone bacteria grow 4-60 celcius degrees)
8. refrigerator or freezer
Anda akan mampu menciptakan beberapa makanan yang sangat lezat dan bergizi, yang aman untuk disimpan, dibawa berpergian dengan baik, dan dapat dikonsumsi selama mungkin tanpa membahayakan kesehatan anda.

Kesan saya belajar di 2 keluarga kesper (kesehatan perawatan diri) dan keluarga masak (gastronomy family) ternyata kedua keluarga ini masih ada satu irisan topik yang sama. Karena saya pekan ini ingin belajar tentang wellness kitchen, maka makanan besar saya ada di keluarga masak. Ilmu yang ada di keluarga kesper jadi makanan pendamping saya saja, pembicaraan di keluarga kesper juga sangat menarik. Mulai dari deepsleep, berbincang beberapa diet yang lagi viral sampai skincare dan kosmetik. Jumat ini saya sedikit sharing di keluarga kesper tentang isi piring. Semoga bermanfaat ya! 

Sekian jurnal saya pekan ini, pekan depan pekan terakhir di bank data. Sesuai mindmap, setelah dari bank data saya beranjak ke bank ilmu, dari screening serta pencarian data ini Insyaallah saya sudah tau mau mencari ilmu apa saja di bank ilmu nanti. Kalau teman-teman ada di berapa keluarga? satu atau dua seperti saya? Komen di kolom komentar ya. Terima kasih sudah ikut menyimak perjalanan saya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan bisa sampai ke tujuan tepat waktu ya. Amin!





  • Share:

You Might Also Like

0 Comments