The Cave Jungle of Knowledge - Screening Pekan 2

By i k k a r f - Februari 17, 2021



Waah setelah jalan lebih dalam ke hutan pengetahuan, tiba-tiba hujan deras membasahi tubuh ulat. Kebetulan sekali di depan ada sebuah gua, tempatnya dingin dan gelap. Kali ini hujannya lama, tetapi untungnya si ulat menemukan potluck yang enak. Ohiya! Si ulat kan punya potluck sendiri di dalam ranselnya. Mari kita unboxing potluck si ulat.

Minggu ini adalah pekan kedua masa screening untuk menjadi Ahli Gizi Keluarga secara Holistik. Sebelum membahas lebih lebar lagi, mari kita samakan dahulu persepsi kita. Di KBBI arti ahli adalah orang yang mahir, paham sekali dalam suatu ilmu (kepandaian). Sedangkan kalau ahli gizi adalah tenaga spesialis yang bertugas memberikan saran dan informasi kepada pasien tentang penatalaksanaan gizi dan masalah kesehatan, terlibat dalam diagnosis dan pengobatan masalah kesehatan yang terkait gizi dan nutrisi.

Namun ahli gizi keluarga secara holistik versi saya ini mengarah ke "preventif maintenance". Maksutnya adalah mencari solusi untuk keluhan ketidaknyamanan terkait pencernaan maupun mengobati penyakit yang dialami anggota keluarga kami. Sehingga keluhan yang dialami menjadi berkurang bahkan sampai sehat, lalu merawat terus kondisi sehat tersebut. Fokusnya melalui makanan dan juga melalui fikiran (holistic). Sebab kita tau, jika seseorang mengalami stress maka asam lambung akan naik. Hal itu akan berpengaruh ke sistem pencernaannya juga.

Untuk bisa menjadi ahli, menurut artikel Jamil Azzani manusia dalam membentuk dirinya menjadi seorang ahli/expert maka ia harus sering mengulang apa yang ia inginkan menjadi ahli. Pengulangan terbaik adalah pengulangan yang disertai pemaknaan dalam setiap gerakan anda. Silahkan simak 5 tips bagaimana saya merubah habit kebiasaan lama ke kebiasaan baru dengan klik link berikut ini :




Selama masa screening ini, seolah-olah Allah juga membantu saya dengan menggerakkan hati untuk melihat youtube cak nun, ikut zoom dengan dr. Aisah Dahlan, dan tentunya mendapat insight dari potluck teman-teman di hutan kupu cekatan. Terkait management waktu saya rasa harus memangkas waktu tidur yang terlalu lama, agar bisa sukses sampai ke goal yang sudah dibuat. Saya perlu mengubah sudut pandang terkait waktu dan konsep tidur. Berikut ini pemahaman baru yang membuat saya menemukan "aha moment", sehingga menambah wawasan baru tentang konsep waktu dan tidur.

Menurut Cak Nun, waktu itu perlu dinikmati dan disyukuri dengan cara mendayagunakan diri. Menteknologikan waktu di dalam kejiwaan kita. Wah berat! Jika kendalanya susah bangun sebelum subuh maka pelajari dulu apa penyebabnya. Apakah karena pola makannya yang tidak benar, apakah genetikanya, bagaimana irama hidupnya, atau bahkan apakah kurangnya semangat hidup sehingga tidur merupakan pelarian seseorang dari masalah hidupnya.

Masih menurut Cak Nun, sebenarnya badan itu bisa dilatih siang dan malamnya seperti layaknya lembah dan bukit. Kita harus tau prinsip metabolisme tubuh kita sendiri. Di dalam hidup, kita harus rajin untuk mencari amal sholeh karena malas itu dosa. Malas itu adalah cara memperlakukan waktu dan peluang dari Allah yang tidak benar (orang malas itu tidak bersyukur). Lalu bagaimana jika dihubungkan konsep tidur dengan medis?

Dr. Aisah Dahlan menjelaskan bagaimana neurobiologi tidur dan terjaga dari sisi medis. Normalnya tidur yang berkualitas itu minimal 1 siklus butuh waktu 1,5 jam atau bisa sampai 2 siklus, berarti total 3 jam sudah cukup. Namun jika dalam kondisi sakit diusahakan istirahat lebih lama. Sebab salah satu manfaat tidur adalah sebagai proses penyembuhan alamiah bagi tubuh. Oleh sebab itu pada orang dewasa disarankan untuk tidur 8 jam dalam sehari, itu artinya ada 4-5 siklus tidur. Harapannya dibutuhkan waktu lebih lama untuk proses masa penyembuhan tubuhnya.

Wah! saya pernah nih coba cek siklus tidur saya dengan tidur memakai smart watch. Ketika saya cek, tidur berkualitas saya tidak kurang dari 2-3 jam saja. Selebihnya kelamaan di tahap menuju tidurnya. Kendala saya memang ada di insomnia, bisa tidur setelah jam 12 malam atau lebih. Kecuali kalau kecapekan bisa tidur cepat (dibawah jam 10 malam). Kayaknya perlu belajar dengan magika nih biar tidurnya bisa segera mencapai deep sleep hehe. Semoga diberikan waktu dan kesempatan oleh Allah, amin!


MasyaAllah Tabarakallah, jika penjelasan medis dan filosofi Cak Nun dijadikan satu ternyata saling berhubungan. Hal ini saya kuatkan niatan saya dengan menggunakan tips nomor 1 yaitu selesaikan emosi, chunkdown limiting belief (dengarkan voice over dg klik link diatas agar faham maksud dari penjelasan ini). Setelah kita mengenal diri, mencari akar permasalahannya, kemudian coba diaplikasikan dengan menggunakan teknik merubah kebiasaan ala Enlightening Parenting ini harusnya saya bisa melakukannya. Bismillah! Saya kuatkan lagi niatnya dengan menulis ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan kondisi saya saat ini di tempat yang selalu saya lihat setiap hari.


"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah dirinya sendiri." Q.S. Ar-Ra'd : 11 ; ini rangkuman potluck saya :

      
Dari rangkuman diatas berikut ini adalah bagan rencana pencarian data di tahap bank data minggu depan (lihat peta belajar).


Semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini, dan akhir kata selamat bermetamorfoself teman-teman 😉 





 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments