Apple Garden Jungle of Knowledge - Bank Data Pekan 1

By i k k a r f - Februari 26, 2021

 #institutibuprofesional

#pertemuankeluargakesehatandanperawatandiri

Alhamduillaah, akhirnya setelah gelap-gelapan di gua sekarang sang ulat sudah berada di ujung gua. Sejauh mata memandang dipenuhi oleh apel dan warna hijau. Ow! Ternyata kita sudah sampai di kebun apel. Si ulat bertemu dengan banyak sekali ulat-ulat cantik dan menarik. Semua berkumpul dengan keluarganya masing-masing. Dimanakah keluargaku? Kemana aku akan berkumpul?

Di pekan ini semakin menarik saja, selalu semangat dan menunggu hari senin. Selalu ada kejutan dari magika, kunang-kunang dan peri hutan. Tibalah hari senin yang saya tunggu, kami diberi waktu untuk mengisi form dan boleh memilih hanya satu keluarga yang sesuai dengan mindmap saya. Jujur saja saya bingung, akhirnya bertanya ketika magika mengadakan live. Bismillah akhirnya saya memutuskan untuk bergabung ke Keluarga Kesehatan dan perawatan diri (menjaga tubuh, olahraga, merawat tubuh, merias diri, dan deep sleep).

Setelah masuk ke grup keluarga dan sudah mendapatkan jawaban dari Magika, apakah saya sudah tidak galau lagi? Tentu saja masih galau! Hehe. Saya bingung apakah nantinya ingin belajar mengolah masakannya atau membahas ke kesehatannya? Saya pun bertanya ke ketua grup kami. Lumayan tercerahkan, tetapi masih saja bingung. Jika melihat goal saya yang ingin masak setiap hari seharusnya saya masuk ke grup masak. 

Menurut ketua grup, kita masih bisa pindah keluarga jika dirasa keluarganya yang sekarang kurang sesuai dengan mindmapnya. Ah! Galau! Tiba-tiba perasaan saya berkata, bagaimana kalau menanyakannya kepada suami. Mungkin orang terdekat yang paling tau kita bisa memberikan pencerahan, apalagi ridho Allah kan ridho suami asalkan itu menuju kebaikan. Okelah, apapun jawaban dari suami nanti saya akan menerimanya.

Akhirnya ketika momennya sudah pas, saya bertanya ke suami. Saya jelaskan inti dari pertanyaan saya, dan jawaban suami "kesehatan aja". Wah kenapa tuh bisa mantab memilih itu? Suami saya menjelaskan, "kalau memilih masak, kamu bakal mengulang dari 0 lagi. Kalau kesehatan, kamu kan sudah ada bekal jadi tuntaskan sampai selesai." 

Benar saja! Selama ini saya terlalu banyak menumpuk, entah itu barang, kelas online, buku, dsb. Saya suka memulai, tapi belum sampai tuntas dan ahli. Oleh sebab itu di  tahun 2021 ini saya tidak mau menumpuk-numpuk lagi. Saya ingin menyelesaikan semua yang sudah saya mulai, dan belajar fokus. Baiklah, berarti saya sudah benar memilih keluarga kesehatan ini. Jika dilihat kembali goal mindmap saya, inginnya dari makanan menjadikan hormon stabil dan menstruasi tidak sakit lagi.

Kami-pun mulai berkenalan dan sharing mindmap kami masing-masing. Wuah! Ternyata tema kita hampir sama, kalaupun membahas topik yang sama ternyata berbeda pembahasannya. Lalu kami diminta untuk mencari topik apa yang beririsan paling besar. Kami diminta untuk Go Live Facebook juga, satu atau dua orang untuk mewakili. Eng.. Ing.. Eng.. Setelah sepakat akhirnya ketua grup kami yang akan Go Live di hari jumat jam 13.00 wib.



Wah.. Keren banget sharing dari mba Devi! Banyak insight yang saya dapat, dan ada beberapa instagram yang diikuti mba Devi ternyata sama dengan saya. Ada beberapa hal yang saya highlight, menurut mba Devi kriteria orang termotivasi untuk hidup sehat itu ada 3 :
1. Orang tersebut sudah terlanjur sakit.
2. Ada anggota keluarganya yang sakit.
3. Orang yang ga pengen sakit, oleh karena itu dia berusaha untuk selalu menjaga kesehatannya.

Ternyata ada kesamaan saya dengan mba Devi, kita sama-sama udah pernah sakit parah sampai masuk rumah sakit dan orang tuanya ada riwayat sakit juga. Menurut kriteria berarti masuk ke nomer 1 dan 2 ya. Tidak hanya kami, ternyata influencer besar juga awal mulanya juga dari mendapat ujian lalu bangkit, belajar dan menjadi besar. Mereka tidak malu untuk berbagi agar orang lain tidak melakukan hal yang sama dengan dirinya. 


Teringat ada sebuah hadist, "sumber dari penyakit adalah perut, selanjutnya bahwa perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah obat." (Hadist Nabi Muhammad SAW riwayat Muslim). Dari hadist tersebut jika saya ingin sehat maka mulai dengan memperbaiki perutnya, bagaimana makanan yang kita konsumsi. Allah sudah memberikan kisi-kisi makanan apa yang sebaiknya di konsumsi.

Kemudian bahwa, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya ada di QS. Abasa ayat 24 sampai 32. Menurut Dr, Fahrudin Faiz, ayat Allah itu ada 2, ayat kauliah dan ada ayat kouniah. Jika ayat kauliah itu ayat yang ada di Al-Qur'an murni langsung bisa difahami, namun ada ayat dalam Al-Quran itu berupa ayat kouniah untuk mengartikannya perlu mempelajari banyak ilmu baru kita bisa faham. Menurut saya ayat di surat Abasa ini perlu banyak ilmu untuk bisa saya fahami.


Pada ilmu gizi, untuk membuat meal plan diet yang sesuai dengan tubuh kita, sebelumnya harus mencari data-datanya terlebih dahulu. Sesuai dengan mindmap saya pekan ini masuk ke bank data, saya ingin mencari data berapa BMI saya dan keluarga saya. Alhamdulillah setelah dihitung status berat badan saya termasuk ke normal (ideal), jadi kedepannya saya tidak perlu membuat diet untuk berat badan namun diet untuk memperbaiki metabolisme dan hormon saya saja. 

Sedangkan untuk ibu, setelah dihitung masuk ke status normal juga. Jadi untuk diet ibu fokus ke perbaikan kolesterolnya. Bagaimana dengan paksu? Alhamdulillah suami termasuk ke dalam status kelebihan berat badan, jadi tugas saya untuk membuat diet menurunkan berat badannya. Saya menargetkan turun minimal 9 kg di akhir challange nanti. Sekalian nyontek tips diet bareng pasangan ala mba Iwed (team sharing EP) di instagramnya.

Sangat kebetulan sekali beberapa waktu lalu, saya kembali berkomunikasi dengan teman saya yang seorang dokter dan juga belajar fokus ke gizi. Beliau salah satu dosen di perguruan tinggi negeri disini. Kami saling sharing dan saya mendapat insight dari percakapan kami berdua. Ada satu hal yang saya garis bawahi, perlu 90 hari untuk merubah habit. Mengapa 90 hari? Karena metabolisme lemak (terutama) dapat diperbaiki selama 90 hari selebihnya maintenance. 

Atas dasar hal tersebut saya ingin membuat program (challange) #90dayschangeshabit InsyaAllah dimulai hari senin besok sampai 90 hari kedepan. Namun, mindmap yang sudah saya buat tetap saya lanjutkan dan kerjakan. Time management yang sudah saya buat juga dimulai di challange ini. Bismillah semoga dimudahkan niat saya untuk bisa menjaga amanah tubuh ini dari Allah SWT, menjadi rahmat bagi diri saya dimulai dari diri sendiri dulu. Amiiin.






  • Share:

You Might Also Like

0 Comments