Telur Jingga yang Hampir Matang

By i k k a r f - Januari 29, 2021

#institutibuprofesional


Alhamdulillah.. saya sangat tidak menyangka dapat apresiasi dari tulisan pencarian telur merah saya oleh magika, peri hutan, kunang-kunang dan ucapan serta doa baik dari teman-teman Dandelion (grup 9) juga. Hal tersebut sangat berarti bagi saya, senang sekali 😊  Terima kasih. Kebetulan juga minggu ini saya resmi seleh dari kepengurusan di IP Jember Raya, dan ibu Septi serta mbak Utami memberikan sambutan di acara serah terima jabatan IP Jember Raya periode 2020/2021. Banyak catatan dan insight yang akan terus saya praktikkan di kehidupan saya kedepannya.


Dalam sambutannya, bu Septi menceritakan awal mula beliau mendirikan Institut Ibu Profesional. Bu Septi berazam setiap jam 11 siang (kalau tidak salah ingat), beliau belajar untuk menjadi profesional. Sebagai komitmentnya di jam tersebut tidak menerima tamu, tetapi fokus untuk belajar. Bu Septi membuat materinya sendiri, mempresentasikannya sendiri, dan yang mendengarkan ibu Septi sendiri. 

Masya Allah! Komitmen tersebut yang perlu saya tiru. Saya pernah ada di titik itu, membuat acara tetapi tidak ada yang datang, tetapi "show must goes on!" Saya tetap berbicara meskipun tidak ada yang mendengarkan. Memang canggung, tetapi setelahnya saya merasa nyaman dan mendapat banyak evaluasi untuk saya kedepannya. Sayangnya, saya kurang istiqomah dan daya juang saya kurang tinggi. Di Hutan Kupu-kupu inilah sarana saya untuk belajar akan hal tersebut.

Kali ini Magika dan kunang-kunang mengajak kami untuk "Belajar Cara Belajar" (Learn How to Learn). Maksutnya, diharapkan kita bisa memilih dan memilah kebutuhan tema belajar diri dan berani tegas untuk jujur dan memahami diri sendiri yang sedang butuh belajar apa. Ingat selalu konsep 5W+1H, ada satu tambahannya Kunang-kunang menambahkan "Feel" di dalamnya. Jadi kita diajak untuk mencari, mau belajar apa, dengan siapa, kenapa belajar itu, dimana atau kapan belajarnya, bagaimana belajarnya? Untuk "feel" disini merupakan kebutuhan rasa, seberapa "urgent"-nya sih kita belajar ini? 

Yang baru saya pelajari adalah prinsip I CAN. Apa itu? 

I CAN adalah sebuah singkatan, berikut penjelasan dari kunang-kunang :
I : Intellectual Curiosity, yaitu rasa ingin tahu akan suatu hal.
C : Creative Imagination, apakah ketika belajar sebuah tema belajar membuat kita semakin kreatif untuk mengaplikasikannya atau untuk menelusurinya?
A : Art of Discovery and Invention, apakah belajar sebuah tema belajar membuat kita semakin terampil mencari sebuah sumber belajar. Fitrah belajar kita bertambah saat membuat formula belajar.
N : Noble Attitude, bagaimana mempelajari sebuah topik belajar membuat perubahan yang signifikan kepada diri kita sendiri baik secara akhlaq mulia (kemuliaan diri).

Lumayan bingung ya??? Hehe, sama! Mari kita jabarkan versi saya.

Tujuan saya memang ingin menjadi ahli gizi secara holistik, tapi sebelum ke arah sana saya ingin sehat dulu secara holistik. Sebelum menjadi manusia yang dapat memberi rahmat ke seluruh alam (rahmatan lil'alamin), saya ingin memberi rahmat dulu ke diri saya sendiri. Seperti yang ibu Septi sampaikan juga di dalam sambutannya ketika bercerita awal membangun IIP. Pertama-tama kita harus bahagia dulu, jangan berpatokan sukses itu banyak orang yang suka/datang. Jika kita sudah bahagia, ketika ada orang yang ingin belajar bersama kita itu adalah bonus. Tidak ada yang datang satupun juga tidak apa-apa. Intinya kita bahagia dan suka terlebih dahulu ketika melakukannya. 

Kesemua itu perlu adanya :
1. Empati - kebutuhan, memilih dan memilah mana yang penting-mendesak, tidak penting-tidak mendesak, tertarik tapi tidak tertarik, belanja ide-gagasan.
2. Desain - develop, cermati sumber daya diri dan lingkungan, cari sumber belajar, cari sumber mentor/coach suport system.
3. Implementasi - review, uji coba-praktek, konsisten latihan-belajar, tulis ikat ilmu-taat knowledge.

Berikut ini bagan yang saya butuhkan dalam perjalanan belajar saya selama 6 bulan kedepan :



Belajar adalah tentang membuat perubahan pada diri kita (magika, 2021). Wah ini benar sekali! Sudah banyak purnama, selalu saya ingin sehat tapi lagi-lagi hanya wacana. Oleh sebab itu, sekaranglah momen untuk mencari tau mengapa selalu menjadi wacana saja. Saya ingat kembali, karakter belajar itu niat lurus dan baik, perlu adanya konsistensi, memperkuat level grit (daya juang), self compassion (karena kita unik, menarik eksentrik, dont compare). "Dont teach me, because i love to learn."

Jika dibuat peta belajar saya, kira-kira alurnya seperti ini :
Screening -> Pencarian/pengumpulan data -> fleksibel dalam bertindak -> bekal ilmu -> trial eror -> Eureka! -> istiqomah -> progres -> evaluasi.

Selama ini niatnya ada, tapi konsistensi dan daya juangnya kurang kuat, sehingga perlu ilmu untuk merubah habit dari kebiasaan lama ke kebiasaan baru tersebut. Alhamdulillahnya saya sudah berkesempatan belajar dengan cikgu Okina pendiri Enlightning Parenting (EP) secara online tahun 2020 kemarin. Saya menemukan kecocokan caranya merubah "habit" disini. Oleh sebab itu saya ingin mengulang kembali materinya dan mempraktikan lebih serius terkait 7 pilar kelola emosi dan 5 pilar perubahan ala EP-nya. Jika masih perlu masukan, saya bisa bertanya ke mentor yang ada di grup komunitas.




Hal yang sama juga terkait management waktu. Saya sudah menemukan runutan aktifitas selama sehari yang pas untuk saya terapkan setiap hari. Ketika saya berhasil melakukan semua aktifitas tersebut, saya bahagia dan "nyaman". Masalah berikutnya memang di istiqomah dan daya juangnya yang kurang. Khusus untuk bekal ilmu ini saya coba menerapkan metode yang digunakan oleh imam syafi'i. Malam hari saya bagi 3 waktu, sepertiga untuk menuliskan ilmu, sepertiga untuk sholat dan sepertiganya lagi untuk tidur (istirahat).

Ilmu yang ingin saya pelajari, rata-rata saya sudah mempelajarinya beberapa tahun yang lalu. Ada juga yang perlu mencari dari buku dan browsing jurnalnya. Khusus ilmu yang sudah saya pelajari, saya akan baca kembali dan tuliskan di sepertiga malam dengan metode Pomodoro. Saya memilih metode ini sebab cocok dengan management waktu yang sudah saya rumuskan (cocok untuk diri saya saat ini). Caranya selama 1 jam saya akan belajar terus-menerus tanpa diganggu oleh orang lain. 25 menit belajar 5 menit istirahat (sesi pertama) dilanjut sesi kedua juga jumlah waktu yang sama, sehingga dalam 1 jam per 1 hari saya sudah bisa fokus untuk belajar materi pada saat itu (lihat peta belajar). 

Teknik kedua yaitu dengan membagikan rangkuman materi yang saya pelajari hari itu menjadi satu postingan di media sosial. Share materi di instagram atau di podcast genkycorp sebagai konten edukasi bagi usaha saya "genkycorp". Kedepannya juga bisa merumuskan suatu materi dan belajar berbagi seperti ibu septi di studio praktik saya.



Setelah dipilih dan dipilah yang sesuai kebutuhan saya, inilah ke-5 telur jingga saya. Belajar management emosi dan management waktu dari 7 pilar kelola emosi serta 5 pilar perubahan ala EP. Management dapur dengan belajar wellness in your kitchen, belajar healthy gut serta resep masakan halal dan thoyib dengan belajar sehat ala rasulullah dan masak resep sesuai type gut. 

Demikian pencarian ke-5 telur jingga saya, ceritakan di kolom komen dong pencarian 5 telur jingga teman-teman apa saja? 

Terima Kasih!


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments