From Garden To Table

By i k k a r f - September 24, 2020

Bismillah..


Assalamualaikum! 
Temen-temen yang udah baca blog-ku sebelum ini pasti sudah tau, kalau aku ingin hidup lebih mindfulness. Artinya hidup berkesadaran, melakukan segala sesuatu dengan sadar. Setelah muhasabah diri, aku ingin fokus pengen masak tiap hari dan lebih hidup sehat secara holistik.

Bagaimana kabar kelas online-ku??
Ternyata masa transisi itu justru ada tantangannya sendiri. Kenapa banyak sekali kelas-kelas bagus yang seliweran di depan mataku. Sebagai entrepreneur, aset paling mahal itu bukan harta bergerak, tak bergerak maupun uang, tapi aset ilmu dan "kepercayaan" (baik pegawai/partner maupun klien). 

Jadi, sekarang benar-benar memilah kelas online mana yang diikuti dan tidak. Kalau ada kelas yang berhubungan dengan fokusku maka akan aku ikuti. Syaratnya free dan waktu kelasnya nggak lama. Mungkin karena sudah terbiasa ngerasa ter-push dengan "semangat" orang lain, akhirnya aku ikut komunitas fg2t (from garden to table). Masih dengan kaidah permakultur dan pendirinya temen-temen sendiri, ya udah deh gabung.

        

Fix hari ini officially jadi bagian komunitas FG2T, semoga jadi penyemangat bisa masakin keluarga tiap hari. Gegara "mabok" ikutan kelas online, keluarga jadi terbengkalai masalah "kesehatannya". Untuk mengobati rasa bersalahku, tapi juga mesti tetap FUN dan waras jadilah aku memutuskan untuk gabung komunitas ini.

Berikutnya masih dengan tema yang sama tentang kesehatan badan juga, aku mengikuti kelas membuat sabun dasar, buat shampoo dan salep. Beberapa tentang fertilitas dan kebidanan (sesuai dengan latar belakang pendidikanku). Semakin kesini emang belajar lebih fokus sama apa yang sedang aku kerjakan sekarang.



Sudah 2 kali bebikinan sabun, dan ini adalah yang ketiga kalinya. Alhamdulillaaah udah hampir setahun mandiri sabun mandi dan deodorant alami. Kebetulan stok sabun juga hampir habis, jadi pas banget sekarang buat sabun badan dan sedang cari racikan yang pas buat sabun wajahku. Kebetulan sabun wajah juga udah hampir habis, kalau terus-terusan beli mahal juga. Sebab aku sudah pindah memakai bahan alami dan organik. Hitung-hitung mengurangi jejak karbon, sebab adanya di luar kota jadi harus dipaketin. Semua sudah sesuai kebutuhan. Cerita lengkap kenapa sampe bikin sabun dan berusaha makan makanan sehat sendiri ada di podcast g&qcorpchannel.

Lalu bagaimana dengan kesehatan mentalku??
Alhamdulillaaah skill mengelola emosi sedikit demi sedikit mulai terasah. Aku menggunakan 7 jaring mengelola emosi yang cikgu Okina (founder Enlightened Parenting) ajarkan. 

Emang udah ga pernah marah? Bete? Sedih? 
Jawabannya ya masih lah! Kalau aku nggak ada emosi itu justru dipertanyakan, bisa jadi ada penyakit mental lho. Masalahnya bagaimana ketika marah itu nggak sampe menularkan ke orang lain, bagaimana caraku memilih makna agar amarah itu mereda dan akhirnya jadi mikir, "kenapa aku marah ya? padahal ga ada manfaatnya juga".

Jika aku berhasil atau tidak berhasil mengubah makna menjadi positif, aku catatkan di jurnal harianku. Bisa jadi bahan evaluasi atau meningkatkan skill lebih baik lagi. Otot Prefrontal Cortex di otak emang harus sering dilatih sehingga jadi terbiasa, dan baru sadar kalau di Islam inilah yang dikatakan jihad melawan hawa nafsu. Kata cikgu Okina, ketika emosi naik maka logika akan turun dan begitu pula sebaliknya. Lalu mengapa aku marah? kalo bikin logika ga jalan?! Kita kerjain aja tugas kita sebagai manusia, dan biar Allah SWT yang melakukan tugasNya. 



Kabar menyenangkan, akhirnya diajak jalan keluar kota. Jalan berdua kesini dan aku berusaha menikmati ini sambil nyimpen "tombol" anchor biar lebih kuat lagi. Kelola emosi andalan ketika datang marah ke aku itu senyum 20 detik dan anchor. Yang pengen tau lebih jelas tentang apa yang aku tulis ini, klik instagram genkycorp yuaa. Mindfulness emang harus sering-sering dilatih dan dikuatkan. Misalnya seperti hari ini, biasanya udah seneng gini tapi pikiran bisa flashback ngelamun masa lalu atau khawatir sejam lagi gimana, besok gimana. Zaaaaaph! Harus ngelawan pikiran yang jalan ke masa lalu maupun ke masa depan, caranya lihat sekeliling lalu pasang tombol anchor khusus, pejamkan mata dan sugesti positif ke diri sendiri minimal 5 menit. Kalau yang suka meditasi juga boleh dengan latih pernafasan. Ga perlu lama, ya masa anggurin orang disebelah kita. Sambil ngobrol juga bisa diem-diem simpan tombol anchor yang sesuai dan kita inginkan. Alhamdulillaaah. It works!

Hidup lebih menyenangkan ketika kita sudah ikhtiar maksimal lalu ikhlas, dan biarlah hasil itu milik Allah SWT. Huaaah! Aku senang sudah sampai di titik mindfullness ini. Siapa lagi kalau bukan Allah yang memberi hidayah dan kesempatan belajar dengan orang-orang luar biasa. Belajar itu dari mana saja dan dari siapa saja. Semoga tulisan ini, ada ibroh yang bisa diambil dan dipelajari.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments