Game Level 11 Day 3

By i k k a r f - Februari 22, 2020

#hari3
#tantangan10hari
#gamelevel11
#kuliahbundsayIIP
#membangkitkanfitrahanak

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim..






Single parents atau keluarga tanpa kelengkapan sosok ayah dan ibu yg utuh berpengaruh besar menyimpangkan fitrah kewanitaan maupun fitrah kelelakian.

Begitupula di sekolah, riset sederhana selama beberapa tahun thd kelas2 yg gurunya wanita semua, gurunya pria semua dan gurunya sepasang pria dan wanita, menunjukkan bahwa kelas yg gurunya sepasang menunjukkan keseimbangab pertumbuhan emisional dan rasional yg lebih baik.

Ayah berperan memberikan suplai maskulinitas dan ibu feminitas

Untuk anak laki-laki mendapatkan suplai 75%maskulinitas dan 25% feminitas. Pun sebaliknya

Peran ayah
1. Penanggung jawab pendidikan
2. Sang ego dan individualitas
3. Pembangun sistem berpikir
4. Supplier maskulinitas
5. Penegak profesionalisme
6. Konsultan pendidikan
7. The person of "tega"

Peran ibu
1. Pelaksana harian pendidikan
2. Sang harmoni dan singergi
3. Pemilik moralitas
4. Supplier feminitas
5. Pembangun hati dan rasa
6. Berbasis pengorbanan
7. Sang pembasuh luka

Menumbuhkan fitrah seksualitas banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada sosok ayah dan ibu sejak lahir hingga Aqil baligh dg tahapan yang berbeda-beda
.
Anak yang tercabut dr orangtuanya pada usia dini akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, perasaan terasing, perasaan kehilangan kelekatan sampai kepada depresi. Kelak akan mungkin memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti lelaki seperti perempuan, perempuan seperti lelaki, LGBT, membenci lawan jenis, curiga pada hubungan dekat dan lain sebagainya
.
Peran orang tua adalah 1. mengantar anak jadi manusia yang mengerti tujuan hidupnya, untuk apa diciptakan
2. Orientasi hidup akan menjadi driving force bagi hidupnya kelak
3. Anak perlu tahu bahwa semua tindakan akan berpengaruh pada dunia, akan bisa merubah dunia
4. Menghidupkan jiwa anak-anak akan menjadikan mereka pribadi yang visioner sejak usia belia
5. Pegangan Kokoh umat muslim pada Al-Qur'an. Kita berdiskusi dengan anak dan mengajaknya berpikir bagaimana Al-Qur'an menjadi petunjuk dan penilai dalam setiap urusan
😍😍😍

2. Mendidik Cinta dan Kasih Sayang

Jika kita menginginkan diri kita, rumah tangga kita, juga pendidikan anak-anak kita dapat dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang, maka kita perlu mendidik diri dan keluarga untuk mencintai Allah terlabih dahulu

Jika kita mencintai dan memuliakan Allah, maka cinta dan kemuliaan itu kembali ke kita

🍂Keluarga yang menginginkan cinta & kasih sayang tumbuh subur didalam rumahnya adalah mendidik para penghuninya agar mencintai sumber cinta, yaitu Allah SWT. Karena Iman/Aqidah adalah akar bagi tumbuh dan tegaknya CINTA

🍂 Cinta juga akan lahir dati rasa syukur, baik sangka, dan Optimisme

Syukur kemudian akan melahirkan cinta, karena cinta tidak akan lahir dari kufur nikmat 😔

🍂 Selanjutnya Cinta akan lahir dari keindahan, kelemahlembutan, kebaikan, dan perhatian yang tulus

Perhatian yang tulus dan kebaikan yang dilakukan terus menerus akannjadi pengingat hati serta perekat jiwa

Salah satu waktu yang paling baik melatih hati untuk semakin peka adalah dengan MENGHIDUPKAN MALAM HARI

Mendirikan shalat malam dan memperdengarkan/menyimak petunjuk dengan tadabbur Al-Qur'an

Karena mata diasosiasikan dengan siang hari, sedangkan telinga diasosiasikan pada malam hari

Di waktu malam saat suasana hening, maka sangat tepat untuk kita bisa melatih kepekaan hati

Mengasah Kepekaan Nurani dan Mendidik Hati

Hati itu Qolb (bolak-balik), bagian jiwa yang paling liar, bisa berubah seketika dan sukit dikendalikan 

Sejatinya, hati itu milik Allah, bukan milik kita ! Dialah gang menciptakan kita dan menggenggam hati kita

Maka ~
Cara menjaga hati adalah selalu terhubung dengan Allah dan bergantung sepenuhnya pada Allah SWT



source : FBE - harry santosa



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments