Game Level 9 Day 5

By i k k a r f - Januari 03, 2020

#hari5
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel9
#thinkcreative

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim..


Hari ini saya mencoba menyimpulkan game hari pertama sampai hari ke empat.
Tema : "Partnering before Parenting" (tarbiyatul walidain = pendidikan orang tua).
Bab : Jangan malu mengungkapkan rasa/perasaan
Kreativitas : Bermain menjadi detektif kebaikan pasangan dengan mengucapkan terima kasih, maaf dan sayang kepada pasangannya. Saya rasa bab ini kami sudah melakukan dengan baik, saya melihat suami saya sudah tidak malu mengungkapkan perasaannya begitu pula dengan saya ke suami. Harus terus istiqomah dilakukan terus menerus agar menjadi habit (kebiasaan) yang nantinya akan menular kepada sesama (insyaallah anak-anak kami kelak juga tertular virus baik ini, Amin).



Berikutnya menginjak ke bab berikutnya yaitu :
Bab : Saling mendoakan pasangan. 
Kreativitas : Bermain menjadi detektif kebaikan pasangan, saya mengingat kembali percakapan kami berdua di suatu hari yang lalu. Pada saat itu kita mengalami masa di titik terendah rumah tangga kami. Saya dan suami saling memuntahkan apa yang selama ini kami batin. Disitu suami saya bilang, "apa kamu pernah diam-diam mengirimi alfatihah ke aku?". Ternyata suami diam-diam mendoakan saya disela-sela waktunya. Saya terdiam pada saat itu, karena pada saat itu saya terlalu terfokus pada sikap suami saya yang tidak mengenakkan kepada saya jadi kebaikan suami sudah banyak yang tertutup di mata saya. Sempat terlupa bahwa kedudukan suami saya sekarang sangat besar di hidup saya, dia sekarang menjadi pengganti ayah saya (penanggungjawab dosa saya). 

Allah SWT. menjodohkan kita dengan pasangan kita sekarang tidak lantas kita diam leha-leha tanpa usaha. Kita harus tetap ikhtiar berusaha (mengurus suami amanah dari Allah SWT) dan mendoakan suami kita. Jadi sekarang saya mencoba belajar selalu mengirimi suami saya alfatihah, terutama ketika suami sedang bekerja atau diluar pandangan saya (berkegiatan di luar rumah). Ketika gelisah, kangen maupun ketika memasak, tak jarang makanan atau minuman yang saya buatkan untuk dia saya doakan yang baik-baik untuk suami saya dan saya tiupkan alfatihah disana juga. Alhamdulillah sekarang suami saya lebih kalem dan tidak meledak-ledak seperti dulu, saya percaya kekuatan doa secara diam-diam oleh pasangan sangat berpengaruh banyak di kehidupan rumah tangga kami. Saya percaya suami saya juga demikian ke saya. Hal ini harus istiqomah saya lakukan terlebih nanti ketika menjadi ibu, ketika kita sudah mendidik anak kita dan pasti ada saat-saat anak kita akan berada diluar jangkauan mata kami (orang tuanya), kekuatan doa-lah yang akan menjaga anak-anak kita dari fitnah akhir zaman dan kejahatan-kejahatan diluar sana. Saya percaya Allah SWT Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Menjaga segala sesuatu yang ada di dunia dan akhirat. 

Saya rasa bab ini pun kami (saya dan suami) insyaallah sudah lulus juga, tinggal kita selalu istiqomah meneruskan hal ini setiap hari. Demikian kurang lebih mohon maaf jika ada tulisan yang menyakitkan, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Source :
Gambar dari google.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments