Game Level 10 Day 4

By i k k a r f - Januari 30, 2020

#hari4
#tantangan10hari
#gamelevel10
#kuliahbundsayIIP
#GrabYourImagination

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim..


Saya mencoba membaca dan mengedit kembali tulisan saya, akhirnya saya menemukan jawabannya. Kenapa tulisan saya monoton dan membosankan untuk dibaca. Sebuah kisah haruslah ada "nyawa"-nya. Menurut teori sebuah cerita harus ada kontennya, jika mentor saya mengibaratkan "Gambarkan, jangan hanya menjelaskan." Sama seperti mendongeng, kita harus berimajinasi seolah-olah pendengar kita bisa menggambar di dalam benaknya sesosok atau sesuatu itu menjadi terasa "nyata". Itulah yang sedang saya gali dari tulisan saya. Tidak jarang juga saya melihat youtube maupun membuka kembali diskusi materi kapan hari. Ternyata membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah cerita, tidak bisa hanya dalam sehari semalam jadi. Saya bukan expert jadi perlu waktu kurang lebih 1 bulan untuk membuat sebuah cerita.

Disini saya tidak akan menjelaskan bagaimana menulis cerita atau dongeng yang baik dan benar. Yang saya pelajari berikutnya setelah membuat sebuah cerita adalah bagaimana tips menjadi pendongeng yang baik. Mengutip dari buku Jejak Langkah Bunda Sayang, jurnal Institut Ibu Profesional tipsnya adalah :
1. Pilihlah buku yang sesuai dengan perkembangan anak.
2. Bacakan cerita dengan perspektif dan intonasi yang menarik.
3. Usahakan agar menggunakan suara yang berbeda untuk setiap karakter dalam cerita.
4. Gunakan efek drama seperti tertawa, merengek, berbisik, sedih, atau efek suara lain.
5. Tambahkan gerakan (bahasa tubuh).
6. Ketika membacakan cerita, tunjukkan halaman depan, sebutkan judul (sebutkan buku tersebut bercerita tentang apa), sebutkan pengarang buku dan penggambarannya, lalu tunjukkan kata-kata yang dibaca dengan jari agar membantu anak untuk membayangkannya dalam otak.
7. Ajukan pertanyaan-pertanyaan seputar cerita.
8. Pancing dengan beberapa pertanyaan, "apa yang akan terjadi menurut kamu?" atau "apa ini?", "apa itu?"
9. Biarkan anak bertanya mengenai cerita.
10. Jadikan cerita sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan anak.
11. Biarkan anak menceritakan kembali cerita itu dengan bahasanya sendiri.
12. Pada usia tiga tahun seorang anak sudah bisa menghafal cerita dan biasanya senang diberikan kesempatan untuk bercerita.

Saya kira tips diatas bukan hanya untuk anak-anak saja, dewasapun bisa untuk diterapkan juga. Poin 2 sampai 5 jika didalam tulisan sebuah cerita harus dituliskan secara jelas. Jika mendongeng tulisan tersebut diekspresikan sesuai dengan ceritanya. Nah, tugas berikutnya mencoba melatih mimik wajah seekspresif mungkin di depan cermin, sambil melatih vokalnya juga.

Demikian kurang lebih mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments