Aliran Rasa Game Level 9

By i k k a r f - Januari 22, 2020

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim..

Aliran rasa kali ini tidak seperti biasanya, karena telat dari dateline pengumpulan tugas. Baru hari ini bisa mulai menulis kembali, sebelas duabelas sama dimulainya game level 10 yang tak kalah menariknya. Langsung saja saya ingin mengalirkan rasa sederas-derasnya selama tantangan 10 hari di game level 9 kemarin. Tema yang saya ambil partnering before parenting ini menurut saya penting sekali. Saya dan suami oleh Allah diberi waktu untuk menyatukan visi dan misi, belajar bersinergis bersama sebelum menjadi orang tua sesungguhnya nanti. Amin.. InsyaAllah..

Ada sebagian pasangan yang tidak perlu butuh lama untuk menjadi orang tua, dan baru otodidak belajar bagaimana menjadi partner orang tua. Tidak jarang terkadang karena si ibu sibuk dengan kebutuhan anak, jadi peran sebagai istri terabaikan. Suami mau tak mau harus mengerti, tak jarang pula yang berakhir kesalahpahaman karena masalah sepele tentang ber-partner ini. Saya sangat bersyukur sekali, meskipun saya dan suami belum menjadi orang tua tetapi diberikan waktu untuk saling belajar menjadi partner yang baik. 

Tidak dapat dipungkiri, selama belajar menjadi partner yang baik perlu adanya kreativitas agar tidak monoton dan membosankan. Terkadang mengajarkan atau memberi saran ke pasangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena pasangan kita bukan anak kecil dan mereka dibesarkan oleh orang tua yang berbeda dengan kita. Nah.. kita berdua termasuk tipe orang yang kaku, lumayan agak susah kalo hanya disuruh dan dinasehatin. Kami mempunyai ideologi, teorinya sendiri-sendiri, oleh karena itu ketika saya belajar ilmu parenting, belajar dari pengalaman hidup kami berdua selama berumah tangga ini ternyata ada hal-hal yang perlu kita perbaiki. Sentuhan kreativitas untuk mengajarkan ke pasangan akan lebih masuk daripada hanya sekedar lewat omongan saja.

Ada bab tentang kesalihan, nah bab ini juga tidak mudah hanya dengan mengajak pasangan untuk melakukan seperti yang ada di teori atau seperti yang kita lakukan. Ada hal-hal yang perlu kita dulu yang melakukan ikhlas karena Allah, dan percaya tidak percaya pasangan otomatis akan mengikuti kita. Ada juga beberapa bab yang perlu kreativitas kita untuk mengolahnya sedemikian rupa, yang kemudian pasangan akan mengikutinya juga. Misalkan saja pada bab mempelajari hobi atau kesukaan pasangan, tidak hanya dari observasi tetapi harus belajar juga mencari ilmunya untuk benar-benar bisa melihat bakat pasangan. Dari semua bab pelajaran yang saya dapatkan, semua bab ber-partner ini akan sangat berguna ketika kita punya anak kelak. Karena dari sekarang kita (saya dan suami) belajar menjadi contoh dan tauladan untuk anak kita kelak. Jika kebiasaan baik ini sudah dimulai dari sekarang, otomatis akan menjadi karakter dan kebiasaan baik (good habit) yang tertanam pada diri sendiri dan menular kepada anak kita kelak.

Demikian kurang lebih saya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabaraktuh..

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments