Game Level 9 Day 2

By i k k a r f - Desember 20, 2019

#hari2
#tantangan10hari
#kuliahbundasayangiip
#gamelevel9
#thinkcreative

Assalamualaikum warrahmatullahi wabaraktuh..

Bismillahirrahmanirrahim..



Melanjutkan ide kreatif kali ini judulnya "partnering before parenting", kenapa saya memilih ini karena sebelum kita menjadi seorang orang tua (semoga Allah mengijinkan kami menjadi orang tua yang soleh kelak.. Amin) kita sebagai suami istri harus menjadi partner yang kompak terlebih dahulu. Sudah 6 tahun kita menikah, ibarat sebuah kapal kami sudah berlayar di ombak yang tenang maupun ombak yang bergelombang. Pernah juga kapal kami bocor, air laut sedikit demi sedikit naik dan hampir menenggelamkan perahu kami. Alhamdulillah Allah masih baik kepada kami. Kami berdua memperbaiki perahu kami agar bisa kembali berlayar dengan tenang, naah kami sekarang berada di posisi ini sekarang. Salah satu cara adalah memperbaiki komunikasi, saya sudah memaparkan di blog saya pada game tentang komunikasi produktif. Alhamdulillah tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT, perlahan tapi pasti sudah mulai menuai hasil yang patut saya syukuri. Tetapi ketika iman turun, terkadang masih saja dalam perjalanannya masih ngerasa baper. Nah kali ini saya ingin belajar mengasah kreatifitas untuk menguatkan bounding antara suami dan istri. 

Di hari pertama kemarin disebutkan untuk menjadi partner yang baik sebelum belajar parenting, bekalnya :
1. Jangan malu mengungkapkan rasa/perasaan (terima kasih ya, maafin ya, dll).
2. Jadi penyejuk pasangan.
3. Saling menjadi pribadi yang solih.
4. Kenali pasangan (terutama hobi dan kesukaannya).
5. Saling menjadi tauladan pasangannya.
6. Saling mendoakan pasangan.
7. Bersabar.

Hindari 4 sikap kesalahan pasangan :
1. Suka mengkritik.
2. Menghina, baik secara verbal, fisik, atau menunjukkan ekspresi tidak enak terhadap pasangan.
3. Defensif (tidak mengambil tanggungjawab).
4. Mengabaikan.

Nah.. bagi yang sudah kenal Enlightning Parenting-nya mbak okina pasti faham tentang ini, sebelumnya kita harus mempunyai tujuan yang ingin dicapai mengapa kita membuat permainan ini. Tujuannya haruslah :
1. Spesifik, jelas, kapan, dimana, bagaimana.
2. Hasilnya bisa dirasakan, dilihat dan didengar.
3. Menggunakan kalimat positif.
4. Selaras dengan tujuan yang lebih tinggi.
5. Ekologis, tidak bertentangan dengan keyakinan atau lingkungan.
6. Sukses atau tidaknya berada ditanganku, tidak tergantung pada orang lain.

Dari dasar diatas saya memilih tujuan mengapa saya melakukan ini agar suami dan istri saling bersikap mesra. Jujur kami berdua bukan orang yang tipenya mesra, tetapi setelah apa yang telah kita arungi berdua selama 6 tahun saya berusaha untuk mesra, meski dianggap aneh oleh suami tetapi perlahan tapi pasti suami otomatis akan ikutan mesra (menurut versi kita). Setelah kejadian "kapal hampir karam" yang perlu dilakukan tahapannya adalah
1. Menentukan tujuan (memenuhi 6 syarat diatas), yaitu saling mesra.
2. Menyelesaikan emosi dengan re-framing, saya berada di tahap ini dan ini yang nantinya akan saya buat games-nya.
3. Fokus pada tujuan.
4. Membangun kedekatan.
5. Ketajaman indra dan fleksibel dalam bertindak.
6. Menuai hasil 

Nah, untuk menyelesaikan emosi saya yang menjadi salah satu proses kita menjadi partner yang solid. Saya akan belajar menjadi "detektif kebaikan" suami, begitu pula sebaliknya suami kepada saya. Hari ini saya menjadi detektif kebaikannya dengan memuji perbuatan suami saya. Saya berterima kasih karena suami saya menunggu saya pulang istirahat kantor sebelum dia berangkat ke Surabaya kemarin karena ada tugas dinas. Bagi saya ini hal baik yang suami saya lakukan, karena kami berdua sama-sama bekerja dan mempunyai sedikit waktu untuk berbincang. Mau tau jawaban suami saya? Dia menjawab, "jangan lebay dong.." Dalam hati sudah release, karena kami memang bukan orang yang romantis ketika saya berusaha romantis saya tidak meminta hasil yang muluk-muluk (ini juga ada di blog saya di komunikasi produktif, sudah kebal dapet jawaban begitu. hehe). Tetapi gak lama kami ngobrol, dia menawarkan nanti malam kita nonton film Ainun dan Habibie. Dalam hati "Yesssss! Alhamdulillah.. semoga ga ada rintangan, kita jadi nonton nanti malam." Yang saya tampakkan ke suami muka bahagia dan sumringah, tanda bahwa saya bahagia dengan ajakannya. Bisa dibilang misi kali ini sukses! Kita lihat besok, misi "detektif kebaikan" apa lagi ya ke suami?! Stay Tune 💓

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments