Game Level 8 Day 12

By i k k a r f - Desember 05, 2019

#hari12
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#cerdasfinansial

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..


Sebelumnya saya sudah berjanji untuk membahas tentang asuransi, jujur saja bagi saya asuransi ini hukumnya syubhat (meragukan) menurut saya. Tetapi semua kembali ke diri masing-masing, jika sudah menjadi program pemerintah (seperti BPJS) mau tidak mau memang kita ikuti. Tetapi bagi anda yang mengikuti asuransi jadi satu (asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan dll), hal ini akan merugikan anda. Jangan tergiur oleh tawaran para sales, bijaknya kita cari tahu dulu segala konsekuensi positif negatifnya. Kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu asuransi? Asuransi adalah sebuah perjanjian antara penyedia jasa (penanggung) dan nasabah yang memegang polis (tertanggung) mempunyai kewajiban untuk membayar premi dalam rangka penggantian atas resiko kerugian. Pemegang polis mendapatkan "santunan" berdasarkan kerusakan sesuai kontrak.
Berikut ini saya mencoba mencari dari artikel apa kelebihan dan kekurangan dari Asuransi ini;

  • Kelebihan :
  1. Memberikan jaminan perlindungan dari resiko kerugian, bila kita sudah terlindungi resiko kehilangan harta benda atau kerusakan apapun bisa diminimalisir melalui program asuransi.
  2. Membantu pengaturan keungan, biaya premi (uang yang harus dibayarkan setiap bulan sbg kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaan). Besarnya biaya disesuaikan perusahaan masing-masing. Hal ini memberi tanggungjawab secara tidak langsung menyisihkan pendapatan beberapa persen untuk bayar asuransi.
  3. Itikad baik, penyedia semestinya memaparkan secara lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan asuransi. Jadi calon nasabah mengerti hak dan kewajiban bila mengikuti program asuransi.
  4. Dana cadangan atau tabungan, masih ada kaitannya dg poin pertama, membagi uang ke dalam pos berbeda bisa membuat kita lebih disiplin mengatur keuangan. Daripada harus tercampur dan berantakan tanpa adanya list pengeluaran.
  • Kekurangan :
  1. Dana hangus bila tidak terjadi klaim, para nasabah yang secara tiba-tiba berhenti membayar premi maka haknya akan diambil oleh perusahaan penyedia asuransi. Tentu saja hal ini membuat kecewa, untuk itu dari awal mohon baca cara klaim secara seksama.
  2. Lingkup penanggulangan terbatas, penanggungan potensi kerugian oleh perusahaan cukup terbatas pada risiko yang bisa diukur nilai ekonomisnya. Terbayarnya "ganti rugi" hanya jika kita benar-benar mengalami masalah atau kerugian akibat kecelakaan sesuai dg isi polis. Bila nasabah mengambil fire insurance tetapi justru kerusakan tsb dikarenakan bencana banjir maka otomatis santunan tidak akan dibayarkan.
MUI (Majelis Ulama Indonesia) menegaskan aturan akad yang digunakan dalam asuransi. Akad yang dimaksud adalah perikatan antara peserta asuransi dengan perusahaan asuransi. Di dalam akad tidak boleh terdapat unsur gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat karena tujuan akad adalah saling tolong-menolong dengan mengharapkan ridha dan pahal dari Allah SWT. Terdapat 3 jenis akad dalam asuransi syariah yang perlu kita ketahui, yaitu :
  1. Akad Tijarah, semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial. Maksud tujuan komersial adalah mudharabah yakni investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi yang dananya didapati dari dana premi peserta asuransi. Hal ini dilakukan guna mendapatkan keuntungan karena dalam asuransi syariah, perusahaan asuransi diwajibkan melakukan investasi.
  2. Akad Tabbaru', semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan hanya untuk tujuan komersial. Dana premi yang terkumpul menjadi dana hibah yang dikelola oleh perusahaan asuransi. Selanjutnya dana hibah yang terkumpul digunakan untuk klaim asuransi bagi peserta yang terkena musibah.
  3. Akad Wakalah bil ujrah, akad dimana peserta memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah (fee). Sifat akad wakalah adalah amanah, jadi perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai wakil (yang mengelola dana) sehingga perusahaan tidak menanggung risiko terhadap kerugian investasi. Selain itu juga tidak ada pengurangan fee yang diterimanya oleh perusahaan, kecuali karena kecerobohan atau wanprestasi.
Penjelasan fatwa MUI tentang asuransi memperbolehkan kita untuk memiliki asuransi sebagai suatu bentuk perlindungan terhadap resiko ekonomi yang tidak dapat diprediksikan di masa depan. Fatwa MUI menegaskan asuransi diperbolehkan selama produk asuransi tersebut dikelola dengan prinsip syariah. Cerdas dalam memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan akan berdampak positif terhadap kebahagian keluarga kita. Jadi dikembalikan lagi ke diri kita masing-masing, mau ikut asuransi atau tidak pastikan akadnya jelas dan sesuai syariah yang sudah ditetapkan oleh MUI.

Demikian kurang lebih saya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.





Source :


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments