Game Level 8 Day 10

By i k k a r f - Desember 02, 2019

#hari10
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#cerdasfinansial

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..



Hari ini saya ingin membahas tentang investasi, saya tertarik dengan investasi emas. Beberapa kali pernah dijelaskan dengan teman saya terkait investasi emas ini. Pernah saya mendiskusikan ini dengan suami, beliau menyuruh saya untuk mencari tau lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk melakukan investasi emas. Berikut ini saya mendapatkan artikel mengenai tips dan rekomendasi investasi untuk pemula yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas :

  1. Tujuan, misal jika kita memiliki tujuan masa depan dengan imbal hasil yang tinggi maka kita harus menyimpan emas dalam kurun waktu lama. Atau kita memiliki tujuan sebagai bentuk investasi yang tidak tergerus inflasi. Yang harus diketahui itu tujuannya apa? Kalau tujuannya sebagai bentuk investasi tidak terkena inflasi agar harganya stabil anda bisa melakukan investasi emas ini.
  2. Kredibilitas saat kita ingin berinvestasi emas, jangan sampai kita tertipu dengan emas palsu atau sertifikat yang berujung tidak mendatangkan imbal hasil, namun kerugian yang kita dapatkan.Yang kedua pelajari kredibilitas dari perusahaan yang mengeluarkan atau mencetak emasnya, track recordnya bagaimana kalau perusahaan besar dengan kinerja bagus, sehingga kepercayaan masyarakat bisa terjaga.
  3. Distribusi hal yang tidak kalah penting adalah masalah distribusi hingga sampai ke tangan kita. Jika kita memilih sistem daring, maka kita harus mencari distributor yang terpecaya. Namun jika kita membeli emas secara langsung di toko emas, carilah toko emas yang teregistrasi. Rekomendasi emas batangan terbaik untuk dibeli adalah emas batangan 10 gram dan 25 gram. Selain jenis investasinya liquid, emas ukuran 10 gram - 25 gram mudah untuk dijual kembali.

Pemerintah Indonesia telah melegalkan praktik investasi emas tsb melalui seperangkat aturan antara lain : 

  • UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
  • Surat Edaran BI (SE BI) Nomor 14/7/DPBS tgl 29 Februari 2012 tentang Produk Qardh Beragunan Emas bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS)
  • Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/VI/2010 tentang Jual-Beli Emas Secara tidak tunai
  • Fatwa DSN-MUI yang lain tentang Rahn Emas Dalam kajian Ekonomi Islam.
Kita diperkenalkan dengan istilah barang ribawi (ashnaf ribawiyah), yang bentuknya ada 6 : emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma dan garam. Lalu bagaimana Islam memandang investasi dan jual beli emas tsb, apakah sudah sesuai dengan fatwanya? Investasi emas dengan jadi pembelian kredit? Ulama berbeda pendapat untuk jual beli perhiasan dari emas dan perak secara tidak tunai. Perselisihan ini kembali kepada pertimbangan status barang ribawi pada emas dan perak, apakah hanya berlaku selama dia menjadi alat tukar atukah tidak. Ada 2 pendapat di kalangan ulama :
  1. Diperbolehkan jual beli perhiasan dari emas atau perak secara kredit, karena statusnya menjadi komoditas (sil'ah). Dan bukan sebagai alat tukar artinya bukan barang ribawi. Sehingga tidak berlaku aturan barang ribawi disana. Ini pendapat Syaikul Islam, Ibnul Qoyim, dan Syaikh Abdurrahman as-Sa'di. Dalam al-Ikhtiyarat, Syaikul Islam mengatakan,"Boleh menjual emas atau perak yang dibentuk (perhiasan) dengan emas sejenisnya, tanpa disyaratkan adanya kesamaan kuantitas. Dan adanya selisih itu sebagai ganti dari bentuk yang berbeda, dan ini bukan riba." (al-Ikhtiyarat, hlm 473). Dalam I'lamul Muwaqqi'in, Ibnul Qoyim mengatakan, "Bahwa perhiasan yang mubah, ketika diproduksi dengan cara yang mubah, berubah statusnya menjadi jenis pakaian dan barang. Bukan lagi mata uang. Karena itu tidak wajib dizakati dan tidak berlaku hukum barang ribawi, ketika ditukar antara perhiasan dengan uang. Sebagaimana tidak berlaku aturan ribawi, antara uang dengan barang lainnya, meskipun tidak sejenis. Karena dengan proses produksi menyebabkan fungsi emas tidak lagi mata uang tapi menjadi barang dagangan." (I'lamul Muwaqqi'in,2/160).
  2. Tidak boleh jual beli emas dan perak secara kredit. Baik ketika emas menjadi alat tukar maupun sebagai barang komoditi atau perhiasan. Karena emas dan perak akan selalu menjadi barang ribawi, sekalipun dia tidak dijadikan alat tukar. Ini merupakan pendapat jumhur ulama, ari madzhab hanafiyah, malikiyah, syafiiyah dan hambali. Sejalan dengan hadist dari Fadhalah bin Ubaid Radhiyallahu'anhu.

Jadi kesimpulannya, jika kita membahas investasi bisajadi emas menjadi pilihan. Tetapi tetap harus memperhatikan tujuannya, hukumnya, dan cari tahu benar tempat atau siapa yang akan kita tuju untuk membeli (berinvestasi).

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Source :













  • Share:

You Might Also Like

0 Comments