Aliran Rasa Cerdas Finansial Game Level 8

By i k k a r f - Desember 11, 2019

#AliranrasaCerdasFinansial

#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#tantangan10hari
#CerdasFinansial

Assalamualaikum warrahamtullahi wabarakatuh..

Bismillah..


Dari 12 hari saya belajar tentang cerdas finansial, ternyata beda ya kalau belum berilmu dengan sesudah punya ilmunya. Sebelum-sebelumnya pengeluaran diluar kendali, banyak kebocoran disana-sini, belum lagi saya punya 3 pos yaitu rumah tangga (gaji suami), diri sendiri (gaji saya) dan wirausaha saya. Nggak sekali dua kali pinjem dulu uang yang ready di dompet, nanti dicatet terus dibalikin ke uang yang dipinjem kapan hari. Ribet banget! 
Nah... setelah belajar cash flow muslimah yang baik dan benar, jadi di awal gajian saya sudah bagi prosentase dan ke 3 pos tadi masing-masing dipos lagi menjadi hutang, zakat, lifestyle, konsumsi, dan investasi. Setelah praktek di awal gajian kemarin ternyata ada beberapa prosentase yang saya ubah, terutama di pos rumah tangga (gaji suami) disini saya komunikasi dan diskusi bersama suami. Akhirnya menemukan rumus prosentase baru. Kabar gembiranya di bulan ini hutang saya udah lunas. Alhamdulillah.. sekarang berfikir keras sebelum membeli. Diusahakan jangan sampai hutang lagi! Sungguh tidak enak rasanya 😓 disini saya belajar konsep keinginan dan kebutuhan, mencoba belajar minimalis dan sederhana saja.

Ketika saya mencoba berdiskusi tentang finansial ini, secara tidak langsung kami saling mengutarakan impian masing-masing. Hal ini yang kami realisasikan dengan membuat prosentase yang ideal untuk investasi masa depan kami. Tugas selanjutnya karena saya ingin mengevaluasi selama 3 bulan pertama (masih jalan 1 bulan sekarang, kurang 2 bulan lagi), saya ingin melihat prosentase yang sudah kami buat ini relevan atau tidak. Jika ada yang lebih atau kurang maka perlu rekonstruksi prosentase pos yang saat ini sedang berjalan. Konsep finansial yang baru ini sungguh sangat memudahkan saya, dan insyaallah lebih terukur sehingga mengurangi kebocoran di sana sini.

Dari gambar diatas, saya sudah belajar dan faham sekali tentang konsep rezeki. Kemudian lanjut belajar tentang konsep keinginan dan kebutuhan. Terkadang kita hanya ingin dan belum butuh, setelah belajar konsep minimalis dan zero waste lumayan bikin saya "melek" selama ini saya banyak beli yang dipengenin daripada yang dibutuhin. Masyaallah ampuni hamba! Setelah itu saya belajar tentang pendapatan, belanja dan harta dengan membagi prosentase pos yang harus habis dibagi di awal bulan (ketika gajian), sehingga tau selama sebulan saya maksimal harus menghabiskan uang berapa. Jadi jangan sampai di awal bulan foya-foya atau habis bayar hutang, dan di pertengahan sampai akhir bulan kita kehabisan uang sehingga akhirnya ambil uang dari dana investasi kita di ATM. Saat ini yang sedang kita lakukan adalah menyusun anggaran keluarga untuk rencana masa depan dan impian kita. Proses pembelajaran cerdas finansial dengan menerapkan konsep yang sudah dibuat, rekonstruksi konsep jika dirasa tidak pas sampai menemukan titik keseimbangan selama setahun (karena tiap bulan akan ada up and down finansial). 

Yang perlu diyakini setiap rumah tangga pasti beda cara dan konsep finansialnya, maka jangan takut "trial eror". Terutama harus faham betul konsep rezeki dan konsep keingingan vs kebutuhan. Jika ini bisa kita kendalikan, insyaallah kita akan cerdas finansial. Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

source : 
gambar dari google

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments