Game Level 8 Day 8

By i k k a r f - November 29, 2019

#hari8
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#cerdasfinansial

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..



Hari ini saya tidak masuk kerja lagi, padahal pagi tadi sudah bersiap akan berangkat kerja tetapi sakit itu masih saya rasakan dan akhirnya menyerah rebahan di atas kasur saja. Suami saya kebetulan mau masuk kerja siang, jadi masih bisa menemani saya. Dia menyuapi saya makan, memijat punggung saya, mengusap-usap tangan saya. Ahhhh.. disini saya baper! Saya merasa lelah karena setiap bulan rasanya capek kalau harus menahan sakit, inginnya diambil saja ini penyakit. Perempuan bisa saja kan hidup tanpa rahim, tetapi kemudian saya istighfar! Saya masih ingin hamil dan punya anak keluar dari rahim saya sendiri, saya tidak boleh menyerah. Ada suami yang sayang kepada saya, tanpa sadar saya berucap lirih kepada suami saya "terima kasih sudah mau menemani saya". Dia tersenyum! Ah saya malu, saya bukan orang yang romantis. Tetapi disini saya sadar, kadang-kadang suami saya butuh saya romantisin juga. Hari yang penuh haru, meskipun diuji seperti ini saya sadar akan pentingnya bab sabar dan syukur di dalam kehidupan ini.

Meskipun saya sudah "mandiri finansial" punya penghasilan sendiri, tetapi saya merasa diingatkan oleh Allah SWT hari ini. Apakah saya sudah menjaga titipan Allah rejeki yang bernama "suami" ini dengan baik? Ah... rasanya belum! "Menjadi produktif adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki merupakan urusanNya." Seorang ibu menjadi produktif agar bisa :
1. Menambah syukur
2. Menegakkan taat
3. Berbagi manfaat

Rejeki tidak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekehendakNya. Rejeki itu datangnya dari arah yang tidak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertakwa. Ah kali ini saya tertampar! Bukankah anak juga rejeki titipan Allah juga? Sampai sekarang saya belum dititipi rejeki anak, mungkin saya harus menuntaskan amanah Allah berupa suami saya dahulu dengan baik. Saya masih belum memberikan yang terbaik untuk suami saya. Hari ini kembali saya disadarkan tentang "rejeki itu pasti, kemuliaan yang dicari". Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka kita perlu terus menjaga sikap dalam proses menjemputnya. Karena segala hal yang kita berikan kepada keluarga, halalnya pasti akan dihisab dan haramnya pasti akan diazab. Naudzubillahmindzalik.. Setelah ini saya akan berusaha menjaga suami saya dengan baik, dan memperbaiki diri untuk menjemput rejeki Allah SWT yang lain (doakan semoga Allah SWT menitipkan anak yang soleh solehah untuk kami yaa... Amin!).

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini. 

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Source :




  • Share:

You Might Also Like

0 Comments