Game Level 8 Day 5

By i k k a r f - November 25, 2019

#hari5
#tantangan10hari
#kuliahbundasayang
#gamelevel8
#cerdasfinansial

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmanirrahim..


Hari ini saya ingin mencari tau lebih dalam tentang zakat penghasilan dan perusahaan (usaha) yang sedang saya kerjakan. Selama ini saya hitung zakat penghasilannya selama satu tahun, biasanya saya akan keluarkan di iedul adha berupa zakat mal atau pada saat iedul fitri (zakat mal juga) terkadang di keduanya juga. Apakah yang seperti ini diperbolehkan dalam islam atau tidak, maka saya mencari tau di beberapa artikel. Berikut ini hasil penelusuran saya :
Mengenai zakat profesi atau penghasilan para ulama kontemporer membolehkan mengeluarkan zakat profesi bisa dilakukan sebulan sekali atau setahun sekali, yang jelas jika ditotal pendapatan bersih melebihi nishab zakat sehingga zakat yang dikeluarkan tetap 2,5%. Bahkan pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi tidak mensyariatkan haul (satu tahun) mengeluarkan zakat profesi, tetapi zakat profesi dikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Hal ini sesuai dengan teori cash flow muslimah (tulisan saya di blog sebelumnya), jadi harta selama sebulan habis dibagi sesuai prosentasenya.

Lebih jelasnya, menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut 2 cara, yaitu:

  • Secara langsung zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor (brutto) secara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh : Seseorang dengan penghasilan Rp 5.000.000/bulan, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% x Rp 5.000.000 = Rp 125.000/bulan atau Rp 1.500.000/tahun.
  • Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok (netto), zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh : Seseorang dengan penghasilan Rp 2.000.000/bulan dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000/bulan, maka wajib membayar zakat sebesar 2,5% x (Rp 2.000.000 - Rp 1.000.000) = Rp 25.000/bulan atau Rp 300.000/tahun.


Untuk usaha yang bergerak dibidang jasa (karena usaha saya bergerak dibidang pelayanan dan jasa kesehatan termasuk ke dalam sini), terdapat 2 cara perhitungan zakat :

  1. Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), seluruh harta kekayaan perusahaan dihitung, termasuk barang (harta) penghasila jasa, kemudian keluarkan zakatnya 2,5%.
  2. Pada perhitungan akhir tahun (tutup buku), hanya dihitung dari hasil bersih yang diperoleh usaha tersebut selama 1 tahun, kemudian zakatnya dikeluarkan 10%. Hal ini diqiyaskan pada hasil pertaniannya, tidak dihitung harga tanahnya.

Dari penjelasan diatas saya berencana akan menghitung zakat penghasilan gaji suami mengambil poin 1, dan gaji saya sendiri di poin 2 (karena penghasilan saya pas-pasan hehe). Untuk usaha saya (genkycorp) harus menghitung dan mengevaluasi selama 1 tahun terlebih dahulu untuk mengetahuinya. Semua saya pukul rata sesuai dengan prosentase zakat kemarin yang sudah saya tulis di blog saya sebelumnya menggunakan 10% untuk zakatnya (lebih baik lebih daripada kurang).

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini..

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..

Source :
gambar dari google

https://nasional.kompas.com/read/2012/07/19/16305020/bagaimana.cara.zakat.penghasilan

https://www.kompasiana.com/nurkholidah/55838e0f33937352271f7bf8/zakat-perusahaan?page=all



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments