Game Level 6 Day 15

By i k k a r f - September 19, 2019

#hari15
#tantangan10hari
#gamelevel6
#kelasbundasayang
#ilovemath
#matharoundus

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..


Semakin dewasa definisi matematika itu berubah, kalau masih kecil ditambah dan dikali itu semakin banyak. Begitu sebaliknya jika dikurangi dan dibagi itu semakin sedikit. Tetapi ternyata dikurangi itu semakin bertambah, apa yang kita miliki kemudian kita bagi itu nantinya akan kembali kepada kita lagi dan bisa jadi lebih banyak yang didapat. Konsep ini mengingatkan kita bahwa matematika Allah swt berbeda dengan matematika manusia. Mengutip dari mbak nesri baidani, "Matematika tak pernah tentang angka. Ia adalah alat untuk mendekat kepada Sang Sempurna." itu benar sekali. 

Setelah mengumpulkan tugas tantangan di hari ke 13 kemarin, setelah itu Allah menggerakkan saya untuk melihat dakwah dari dr. Aisah Dahlan mengenai neuroscience. Ternyata ketika kita memikirkan hal-hal yang negatif atau mengingat-ingat kekecewaan seseorang saraf di otak akan membentuk jalinan yang kuat, semakin dipikirkan semakin jelas. Tetapi bentuk sayang Allah, untungnya antara satu dengan lainnya itu tidak nyambung. Dipisahkan oleh cairan/minyak, jadi masih bisa kita me-redesign otak kita yang negatif dan buruk menjadi positif dan baik. Ingatlah bahwa Allah itu sesuai dengan persangkaan hambaNya.

Menyambung dari tulisan saya kemarin, ternyata selama ini saya salah mereframing (itung-itungan) segala sesuatu menjadi overthinking. Ketika kita sudah terbiasa melogika, belajar matematika logic otomatis kita akan berfikir secara logic sampai-sampai kebablasan. Nanti kalo aku begini bakal begitu, alhasil reframing ke kemungkinan buruk yang terjadi. Padahal jika kita terbersit selalu memikirkan hal-hal buruk malah akan semakin kuat jalinan syaraf di otak dan mengalirkan sinyal ke seluruh tubuh dan yang terjadi keburukan itu yang akan terjadi. Oleh karena itu jika kita sudah belajar matematika logic, harus diseimbangkan dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Jika logic kita mengarah ke hal yang negatif segera istighfar dan bayangkan sebaliknya yaitu kebaikan dan harapan yang bagus-bagus.

Hal ini tentunya berproses, setelah kita mengajarkan anak kita mencintai matematika hal berikutnya kita sambungkan matematika logic ini dengan ilmu matematika Allah. Fitrahnya otak anak usia 9-16 tahun untuk perempuan dan 9-18 tahun untuk laki-laki, otak pemahamannya baru masih mulai berkembang. Jika anak kita dibawah usia diatas akan berbeda cara mengajarkan tentang ilmu Allah ini, dibanding dengan usia anak diatas. Jika orang tua sudah punya ilmu ini, maka logic-nya akan memahami kenapa kita harus mengulang-ngulang cara mengajarkan matematika dengan bahagia kepada anak sesuai umurnya.

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada manfaat atau ibroh dari tulisan saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments