Game Level 6 Day 14

By i k k a r f - September 18, 2019

#hari14
#tantangan10hari
#kelasbundasayang
#gamelevel6
#ilovemath
#matharoundus
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah..

Hari ini ujian kelas online tamyiz, semakin mendekati hari semakin deg-degan. Strategi yang dipersiapkan musnah, tetep kembali ke belajar SKS (sistem kebut semalam). Entah kenapa kalo belajarnya mepet-mepet malah masuk, kalo sante-sante dari lama malah bikin malas. Alasan nih, jangan ditiru yaa! Ujiannya gimana? Lumayanlah.. Ga tau hasil akhirnya gimana.. hehe..
Entah kenapa kalau mau ujian itu waktu rasanya cepet banget, pikiran grusak-grusuk stress mikirin ntar ujiannya gimana, bisa nggak ngerjainnya, sulit nggak soalnya. Apakah dimensi waktu berubah seketika? Padahal Hari tetep seminggu ada 7 hari, sehari 24 jam. Berarti ada yang perlu saya rubah yaitu pola pikir!

Emang bener yaa.. Berfikir yang baik-baik maka kebaikan akan datang kepada kita, begitu pula sebaliknya. Kalau mikir fokus ke buruknya, ke negatifnya, ke stress-nya maka akan mempengaruhi hitungan waktu kita. Menurut Dr. Steven Meyers, psikolog klinis dan profesor psikologi di Universitas Roosevelt Chicago, terapi-terapi mindfulness-based yang membantu pasien untuk berfokus dan menyadari momen yang terjadi saat ini mungkin cukup efektif untuk melawan persepsi waktu yang depresif.

"Perhatian seringkali terpengaruh pada orang yang mengalami stress atau depresi. Pikiran mereka melayang-layang karena mereka merenungkan masalah mereka, yang nantinya dapat memperburuk situasi mereka." kata Meyers. "Meski demikian, penelitian (tentang persepsi waktu) juga menyorot keuntungan lain dari kondisi banyak pikiran (mindfulness), itu menjadikan kita lebih mengapresiasi kejadian dan orang-orang di sekitar kita daripada merasa seperti kita hidup sehari-hari dalam sebuah kekaburan." katanya menambahkan. Naaah... daripada kita berfokus pada stress, lebih baik mengalihkan dengan menghitung rasa syukur kita hari itu sambil mempelajari materi yang akan dihadapi saat ujian nanti. Itu lebih baik daripada menghitung-hitung keburukan atau mindfulness itu tadi. 

Satu pesan yang bisa diambil, "semakin kita menghitung kekhawatiran yang belum tentu itu terjadi, lebih baik kita melakukan pekerjaan (belajar) sekarang. Itu lebih baik daripada berandai-andai."

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada ibroh atau manfaat dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :









  • Share:

You Might Also Like

0 Comments