Aliran Rasa Game Level 3

By i k k a r f - Juli 03, 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillaah..

Akhirnya berada di fase curhat lagi hehehe... Awalnya bingung seperti apa family project-nya, tapi diawal sudah memutuskan untuk mengasah kecerdasan emosi. Karena menurut saya jika kecerdasan emosi sudah baik otomatis intelektual, spiritual, dan kecerdasan menghadapi tantangan itu otomatis mengikuti. Terbukti dari hari pertama sampai ke 10 kecerdasan lainnya secara tidak langsung dipelajari juga. Harus punya ilmu (intelektual) untuk bisa mengelola emosi, butuh kesabaran dan keikhlasan (spiritual) dalam mengelola emosi, serta dalam setiap hari-nya pasti ada tantangan-tantangan yang hadir kemudian bagaimana kita pantang menyerah dan mencari solusi dari tantangan tersebut.

Semoga kedepannya lebih kreatif untuk bisa mengajak suami dan ibu untuk melakukan project bersama. Diawal project entah saya yang salah untuk presentasi di depan suami atau memang keluarga kami kurang bondingnya, jadi sejak awal saya harus memutuskan 1 project yang sesuai dengan kondisi kami tanpa mengajak diskusi duduk bersama dengan suami dan ibu. Tetapi saya merasa sudah tepat dengan mengangkat tema untuk melatih kecerdasan emosi keluarga kami. Alhamdulillah ada di suatu hari kita bisa berkumpul dan berbincang bersama, hal ini semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. "Project 15 menit lebih dekat" tidak akan berhenti sampai disini, akan kami lanjutkan dan semoga semua bisa bekerja bersama untuk bisa konsisten melakukan project ini setiap hari.

Banyak sekali pelajaran yang saya dapat ketika melakukan tantangan 10 hari di game level 3 ini, saya mencari ilmunya mengelola emosi, saya mempraktekkannya dan lama-kelamaan menjadi biasa untuk selalu mengikuti "rules" pengelolaan emosi yang benar. Meskipun ada satu hari yang sangat menantang, tapi saya berusaha untuk menyelesaikan emosi negatif saya ke arah yang positif. Secara tidak langsung kecerdasan spiritual disini masuk, bagaimana saya belajar "iman kepada Allah swt". Karena adanya kegiatan lain, tidak seperti game level sebelumnya. Kali ini berhenti di hari ke 10 saja. Terus terang ketika ada tantangan keluarga atau dengan pasangan saya merasa "tertantang" (istilah lain dari berat), sementara ini hanya saya yang antusias belajar sementara pasangan dan ibu masih kurang semangat dengan kegiatan ini (meskipun mereka selalu mensupport dan mendukung kegiatan saya) tetapi hal ini tidak mematahkan semangat saya untuk berjuang. Semoga selalu istiqomah dan diberikan kekuatan untuk saya dan keluarga untuk lebih kompak lagi. Seperti bu Okina bilang, "Allah itu melihat proses kita, sedangkan hasil adalah hak Allah." No baper baper club, kalau istilahnya anak jaman now.

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada ibroh dan hikmah yang bisa diambil. Tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada fasilitator kami mbak emir dan teman-teman sekelas Jatim 2. Terima kasih atas semangat dan dukungannya. Semoga next level konsisten untuk bisa dokumentasi tiap hari. Sampai jumpa di game level berikutnya, semoga dimudahkan dalam belajar dan menimba ilmu oleh Allah swt. Amin!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments