Game Level 3 Day 9

By i k k a r f - Juni 22, 2019

#hari9
#tantangan10hari
#gamelevel3
#myfamilymyteam
#kelasbundasayang
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warhamatullahi wabarakatuh

Bismillah..

Hari sabtu ini rasanya sangat ditunggu, karena libur kerja. Meskipun ada beberapa agenda tapi entah kenapa ingin sedikit bermalas-malasan. Minggu lalu terasa berat bagi saya, dan kebetulan hari ini masih dengan flek yang berkepanjangan. Hormon saya lagi kacau atau stress saya terlalu mendalam? Entahlah saya ingin mulai menantang diri saya dengan mulai kembali mengkonsumsi resep-resep JSR. Tetapi gagal pemirsah, karena itu tadi.. saya sedikit malas hari ini (kecerdasan emosional saya sedang lemah, kurang bisa men-SWITCH rasa malas menjadi semangat), jadilah menyeduh jamu instan saja. Semoga ada hasilnya ya.. Hari ini saya ingin 30 menit lebih dekat dengan ibu. Kebetulan hari ini arisan bidan di rumah kami, ada beberapa hal yang kami persiapkan bersama-sama. 

Alhamdulillah arisan berjalan dengan lancar, semua makanan tersampaikan dengan baik kepada para peserta arisan. Buktinya makanan ludes, meskipun ada sisa. Setelah semua selesai, kami berbincang :
Saya : "mi, mbak A tadi kenapa kok cerita ke umi sambil nangis?"
Ibu : "iya tadi dia curhat, katanya pengen cari tempat magang baru. Pengen cari banyak lagi pengalaman, di tempatnya yang sekarang kurang pengalamannya."
Saya : "teruss mii..?"
Ibu : "dia skill-nya banyak, umi nggak bisa-an kalau ada yang curhat nangis gitu. Umi suruh taruh lamaran, per 1 juli mulai masuk."
Saya : "laaaaahhh..." (ada hal yang tidak bisa saya ceritakan. Intinya kenapa semudah itu ibu saya nerima, yang membuat saya masih bertanya-tanya).

Kemudian saya berlanjut mengevaluasi tingkat kecerdasan emosional ibu saya. Ibu saya orang yang punya empati tinggi, tetapi kurang bisa membedakan profesional kerja. Naah, ini sudah saya bahas dengan ibu saya tetapi dia punya pemikiran sendiri dan kurang bisa menerima masukan saya. Lagi-lagi tantangan buat saya. Jujur saya masih belum punya solusi bagaimana jika dihadapkan dengan lawan bicara yang seperti ini, yang saya tau hanya bisa bersabar dan mendoakan yang terbaik. Adakah saran untuk saya menghadapi orang tua yang seperti ini?

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada ibroh dan manfaat yang bisa diambil.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments