Game Level 3 Day 8

By i k k a r f - Juni 21, 2019

#hari8
#tantangan10hari
#gamelevel3
#myfamilymyteam
#kelasbundasayang
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah..



Hari ini 30 menit lebih dekat dengan ibu, ceritanya pulang istirahat kantor lihat ada botol isi air warna hijau tua. Saya bertanya kepada ibu, sekalian ngobrol sambil makan siang. 
Saya : "itu air apa mi?"
Ibu : "air seledri"
Saya : "buat apa khasiatnya?"
Ibu : "buat bersihin ginjal"
Saya : "hati-hati kalau darah rendah, kebanyakan bisa ngedrop." (karena saya lihat isi airnya banyak sekali, yang saya pernah baca air seledri 1-2 gelas belimbing per hari).
Ibu : "baca di wa itu resepnya."
Saya : "coba umi pake resep JSR punya dr. zaidul, disitu ada detoks pencernaan, ginjal juga banyak. Kayak irisan kunyit, jahe, kayu manis, jeruk nipis dll."
Ibu : "kalau itu buat diabetes"
Saya : "iya ada macem-macemnya, nanti deh saya buatin."

Begitulah percakapan kami, saya mulai memperkenalkan resep JSR punya dr. Zaidul. Ibu saya percaya banget kalau ada share-share an di WA (tanpa tau itu hoax atau bukan), karena sudah lansia ibu punya beberapa riwayat penyakit tetapi Alhamdulillah ibu tidak pernah sampai ngamar di Rumah Sakit. Semoga ibu sehat selalu, diberi umur panjang yang berkah.. Amiiin! Setelah kemarin sedikit belajar tentang gerontology saya jadi lebih sabar dan mencoba tenang ketika berbincang dengan ibu. Padahal setiap pagi (meskipun jarang, mencoba istiqomah nanti kedepannya) saya membuatkan minuman menu JSR untuk ibu saya, kadang air lemon, kadang juga air lemon madu (kalau yang ini ibu kurang suka karena ada madunya, perlu ngedukasi lagi meskipun kita sama-sama orang kesehatan). Terkadang saya sudah memperkenalkan tentang JSR, tetapi sepertinya ibu lupa, mungkin juga komunikasi saya yang kurang produktif ya.. karena berbicaranya sambil lalu.

Berikutnya kami membahas bahasan lain, ketika saya bertanya A maka ibu saya mewejangi saya B sampai Z. Meskipun agak gemas, tetapi saya mencoba bersabar tetap tenang mendengarkan penjelasan ibu saya. Sesekali saya menimpali, tetapi tetap saja serba salah. Tetapi saya mencoba ber-empati, ada beberapa hal yang diutarakan ibu itu benar. Maka saya mencoba menenangkan diri saya, mencoba melakukan apa yang ibu utarakan tadi. Meskipun sebentar, tetapi kalau dirutinin istiqomah insyaallah jadi lebih dekat dan faham apa yang dimau orang tua kita. 

Berikutnya 15 menit bersama suami kali ini via tulisan di WA, saya kurang bisa mengutarakan perasaan yang paling dalam jika bertatap muka. Saya suka menuliskannya di kertas (surat cinta) atau di text Whatsapp. Kali ini saya sedikit curhat ke suami, karena lagi baper saya sudah lupa akan kaidah komunikasi produktif meskipun saya berusaha memilih kata-kata yang baik. Dalam hati saya sudah pasrah kalaupun tanggapan suami tidak sesuai harapan, yang penting perasaan saya tersampaikan. Tetapi tak dinyana, jawaban suami saya bikin saya mewek (mungkin hari ini hari PMS saya, biasanya kalo sensitif gini mau menstruasi). Entah karena usaha keras saya belakangan ini, atau mood suami lagi bagus. Entahlah.. tapi saya tenang dan lega sekarang. Alhamdulillah.. Lama kelamaan kalau sering berlatih akan terbiasa mencoba untuk tenang dan belajar mengatur kata-kata yang sesuai kaidah komunikasi produktif.

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada ibroh dan hikmah yang bisa diambil dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :
Foto by google, lupa untuk foto. 🤭

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments