Game level 3 Day 5

By i k k a r f - Juni 18, 2019

#hari5
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kelasbundasayang
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah..

Mengelola emosi memang tidak mudah, apalagi pernah menyimpan trauma dan kekecewaan di masa lalu. Hal ini membuat saya banyak belajar tentang bagaimana mengelola emosi dari tulisan-tulisan mbak okina fitriani. Project family "30 menit lebih dekat denganmu" kali ini, saya dan suami memberikan waktu 15-30 menitnya ngobrol dengan ibu. Saya sembari memasak, sesekali suami yang contact mata dengan ibu. Kami membahas tentang perpisahan anak teman ibu, kami mencoba mengambil hikmah atas cerita tersebut. Tetapi ada komunikasi yang saya nilai antara suami dan ibu, suami mencoba memberikan solusi dari sebuah masalah dari cerita ibu tadi. Namun ibu selalu mempunyai argumen sendiri yang berbeda, beberapa hal bertolak belakang. Ketika berdua dengan suami saya memberi pengertian ke suami karena ibu melakukan beberapa ciri-ciri sifat fitrah manusia ketika lanjut usia. Hari ini suami saya belajar mengasah kecerdasan emosionalnya yaitu bersabar ketika berbicara dengan ibu, dan saya hari ini belajar mengasah kecerdasan emosional tentang belajar tenang untuk menjadi jembatan antara suami dan ibu.

Saya belajar juga dari cerita ibu tadi tentang perpisahan, menurut John Gottman PhD, yang selama 40 tahun melakukan studi tentang relationship, ada 4 sikap yang menghancurkan sebuah hubungan. Dan ternyata ada kemiripan dengan beberapa kesalahan pengasuhan, artinya kebiasaan melakukan kesalahan pengasuhan pada anak juga bisa menyebabkan kesalahan dalam memperlakukan pasangan. Demikian pula sebaliknya, komunikasi yang tidak harmonis antara suami istri akan berimbas pada pengasuhan anak. Maka menyembuhkan diri dari kebiasaan melakukan kesalahan pengasuhan, insyaallah juga memperbaiki kualitas hubungan dengan pasangan. 4 sikap tersebut adalah :
1. Criticism, suka mengkritik (fokus pada kekurangan).
2. Contempt, menghina baik secara verbal, fisik atau menunjukkan ekspresi merendahkan (ada unsur labelling, yang meskipun dalam hati akan tampak dalam ekspresi).
3. Defensiveness : defensif (tidak mengambil tanggung jawab).
4. Stonewalling : mengabaikan.



Dari teori tersebut, sesuai sekali dengan cerita ibu tadi. Hal ini menjadi pelajaran pernikahan untuk saya secara tidak langsung. Saya mencoba intropeksi, dan selftalk ternyata kami melakukan 4 sikap tersebut. Astagfirullahaladziim.. Banyak yang harus diperbaiki, agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Dimulai dari memperbaiki hubungan antar pasangan, semoga kami menjadi pasangan yang selesai dengan masalah kami. Sehingga komunikasi kami kedepannya semakin harmonis. Amiin! Semoga besok diberikan waktu dan suasana yang mendukung untuk 30 menit lebih dekat dengan suami.

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada ibroh dan hikmah dari tulisan saya ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :








  • Share:

You Might Also Like

0 Comments