Game Level 3 Day 4

By i k k a r f - Juni 17, 2019

#hari4
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..


Kemarin menjadi puncak "tantangan keluarga" (saya mengganti kata masalah keluarga menjadi kata tsb.). Hal ini menguras emosi saya, saya merasa telah melakukan selfdestruction. Saya terlalu larut dalam kesedihan sehingga saya malas melakukan aktivitas apa-apa, hanya bermain gadget saja seharian (kebetulan hari ini suami sedang ada tugas dinas keluar kota). Saya tertarik melihat pemaparan mbak okina fitriani (founder enlightening parenting), di video youtube beliau menjelaskan tentang mengelola emosi. Menurut beliau emosi dasar manusia (fitrahnya) ada 3 yaitu senang, takut dan marah. 
Ada 2 teknik untuk mengelola emosi kita :

  • mindfullness, menyadari tanda-tanda yang ada dalam diri kita.
  • self distance, menjadi observer perilaku dirikita sendiri
Diharapkan emosi tersebut akan release dan kita tidak memendam emosi kita. Yang perlu digarisbawahi "bagaimana kita mengejawantahkan emosi kita ke dalam perilaku kita."

Hasil dari selfthinking dan mengobserver diri sendiri, saya telah menyakiti diri saya sendiri. Bahagia itu bukan tujuan hidup tetapi salah satu emosi dasar manusia. Jadi kita dapat menciptakan rasa bahagia itu, secara tidak langsung seharusnya kita dapat mengontrol emosi kita sendiri (jangan sampai orang lain yang mengendalikan emosi kita).

Hal ini juga menjadi renungan atas project family saya yang sudah saya tuliskan 3 hari kemarin, ternyata ada beberapa yang perlu saya perbaiki. Saya ingin rumah saya memiliki emosi yang menyenangkan (bahagia), selama ini yang ada di keluarga kami hanya rasa takut dan marah saja. Jadi saya ingin membuat family project baru yaitu "mari mengelola emosi menjadi keluarga yang menyenangkan satu sama lain". Project ini dilakukan untuk seluruh anggota keluarga kami yaitu saya, suami dan ibu saya. Saya ingin menuliskan catatan penting dari mbak okina fitriani yaitu emosi dapat bermanfaat sekaligus berbahaya jika tidak dikelola. Setiap emosi itu ada manfaatnya. Emosi marah manfaatnya adalah ketika melihat ketidakadilan ada rasa marah, supaya apa? supaya kita bertindak untuk melakukan perbaikan. Emosi sedih ada supaya kita tergerak untuk menolong, mencintai dan menyayangi dan melatih empati. Emosi senang ada untuk membangun suasana.

Saya juga terinspirasi dari tugas bunda sayang teman seangkatan batch bundsay 5 saya (hasil pencarian hashtag di instagram), project keluarga saya yang baru ini dimulai dengan membangun kedekatan satu dengan yang lain di dalam keluarga saya ini. Mengamati kebiasaan baik selama 15-30 menit masing2 anggota keluarga, sehingga tumbuh rasa bersyukur memiliki masing-masing anggota keluarga. Kami akan membuat program "30 menit lebih dekat denganmu".

Seperti hari ini, saya meluangkan waktu khusus fokus 30 menit bersama ibu saya. Mumpung libur kerja dan suami juga sedang tugas dinas saya mengajak ibu saya untuk silaturahmi ke rumah mertua. Karena masih suasana lebaran dan ibu saya belum berkunjung ke rumah mertua saya. Di dalam mobil ibu bercerita tentang teman-temannya yang tadi dia temui ketika arisan. Evaluasi buat saya, kedepannya cara berbicara dengan ibu harus lebih lembut lagi, kurangi nyolot. Karena ibu tergolong dalam lansia, maka ada perlakuan khusus karena fitrah lansia salah satunya kesulitan berkomunikasi dan mencari kata-kata yang tepat. Saya perlu belajar lagi tentang ini, biar punya ilmunya sehingga lebih tenang menghadapi ibu di usia senjanya. 😁


Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf, semoga ada hikmah dan ibroh dari artikel saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :



  • Share:

You Might Also Like

0 Comments