Game Level 3 Day 3

By i k k a r f - Juni 15, 2019

#hari3
#gamelevel3
#tantangan10hari
#myfamilymyteam
#kuliahbundasayang
@institut.ibu.profesional

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah..

Dari hasil materi kemarin saya membuat suatu tabel bagaimana untuk meningkatkan kecerdasan emosional kami. Sebelumnya saya akan sedikit bercerita dan menganalisis kecerdasan emosional saya dan suami. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menjelaskan tentang family project ini, entah saya yang sudah sangat mengenal suami saya entah apa saya yang kurang bisa komunikasi produktif dengan baik. Suami saya menolak untuk melakukan KEF project. Sedih? Sudah pasti, tetapi saya tetap memilih project ini untuk game level 3 kali ini. Ditambah lagi "tantangan keluarga" (ada masalah keluarga) yang semakin merumit hari ini. Betul-betul menguras emosi saya, dan keluarga saya. Nantinya saya akan melakukan tantangan ini dengan ibu saya juga. Kebetulan saya juga serumah dengan ibu saya (saya dan suami tinggal bersama ibu kandung saya). Berikut hasil tabel KEF project :


Dari 6 kunci meningkatkan EQ saya ringkas menjadi 4 kunci, karena ada beberapa point yang mirip dan sama. Berikut penjelasan dari tabel diatas.
Keterangan gambar : 
X = silang = tidak dapat melakukan
V = centang = dapat melakukan dengan baik

1. Bersikap proaktif, bukan reaktif.
suami : ketika saya menjelaskan family project ini ke suami, jawabannya langsung reaktif mengatakan "tidak mau" tanpa mencari tau apakah itu, seperti apa, dan bagaimana.
istri : jawaban suami tersebut membuat saya sedih, tetapi saya mencoba tenang. Saya mencari tau mengapa seseorang mengatakan "tidak" alias NO, berikut hasil pencarian saya, it's okay to Say..
  • NO, if you don't want to do it
  • NO, if you don't like the people
  • NO, if you'd rather relax
  • NO, if you're already over scheduled
  • NO, if you  don't have the time
  • NO, if it doesn't fit your values
  • NO, if you feel forced to say "yes"
  • NO, if it makes you feel uncomfortable
  • NO, if it doesn't make you happy

Jadi berdasarkan itu tadi saya mencoba berempati kepada pilihan suami saya tersebut. Tetapi saya tetap akan menilai secara terselubung. Jika pada hari itu suami sibuk atau sedang di luar kota akan saya lakukan project ini ke ibu saya. Diharapkan kedepannya keluarga saya cerdas mengelola emosinya menjadi positif.

2. Mengekspresikan emosi yang tidak mudah.
Suami : (saya ralat di tabel bagian suami jawabannya X harusnya V), suami saya sangat melakukannya dengan baik. Mungkin menurutnya dia tidak mampu melakukan project ini karena kesibukannya, dia ingin di rumah untuk istirahat bukan untuk melakukan tantangan.
Istri : saya baper (bawa perasaan) dengan jawaban suami yang tidak sesuai dengan harapan saya. Saya tipe orang overthinking, tak jarang sampai mengarah ke negatif thinking dan akan mempengaruhi mood saya pada hari itu. Hal ini perlu dibenahi, untuk menjadi pribadi yang lebih positif thinking. Akhirnya menyalahkan diri sendiri, kenapa tidak meminta jawaban ke suami kenapa dia menjawab "tidak", berujung menerka-nerka sendiri tanpa clear and clarify ke suami.

3. Kemampuan bangkit dari kesulitan.
Suami : menurut saya suami saya tidak ada rasa bersalah mengatakan "tidak" atas jawabannya. Setelah itu dia tidak memikirkannya lagi.
Istri : (ralat seharusnya di tabel V bukan X), saya bertanya-tanya hikmah apa dari jawaban suami saya tadi. Terbukti saya mencari-cari teori kenapa seseorang mengatakan "tidak"

4. Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dalam hubungan pribadi.
Suami : belum mampu mengungkapkan emosi yang penuh kasih sayang. 
Istri : berusaha bersabar dan tetap mencari kata-kata yang baik ke suami.

Demikian kurang lebihnya mohon maaf, semoga ada hikmah dan ibroh yang bisa diambil.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments