Game Level 2 Day 9

By i k k a r f - Mei 03, 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah...

#hari9
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandirian
#kelasbundasayang
@institut.ibu.profesional

Alhamdulillah sudah masuk hari ke - 9 tepat hari jumat terakhir di bulan sya'ban, sebentar lagi Ramadhan tiba. Setelah 8 hari belajar dan menantang diri sendiri untuk melatih kemandirian menjadi ahli gizi keluarga maka hari ini saya mendapatkan benang merahnya. Ketika saya bangun pagi, semua pekerjaan akan terselesaikan dengan baik tetapi jika saya bangunnya kesiangan maka semua pekerjaan akan amburadul dan yang pasti pikiran menjadi tidak tenang dampaknya hari itu seperti "bad day". Jadi kuncinya ada di pagi hari, alhasil saya menemukan formula indikator penilaian seperti yang terlihat di gambar (setiap orang berbeda, sesuaikan dengan kondisi anda). Indikator ini dimulai hari ini sampai jadwal tantangan berakhir (jika di total kurang 10 hari lagi).

Saya "flashback" kembali mengingat ketika saya masih kecil dulu, ketika bapak dan ibu saya mau sholat subuh saya masih tidur. Bapak saya orang yang gak tegaan untuk bangunin subuh karena saya terlihat sangat nyenyak tidurnya. Dampaknya sampai besar sekarang ini, ketika subuh saya bangun sholat tetapi tidur lagi (hehe jangan ditiru ya). Akibatnya ketika menikah ada suami menjadi tanggung jawab saya untuk dilayani, karena pagi saya sudah kesiangan jadi berdampak kepada rumah tangga kami. Suami saya tidak suka dengan kebiasaan buruk saya ini, dan suami orang yang ingin istrinya masak pagi. Saya jadi belajar tentang menumbuhkan kemandirian dan kedisiplinan sejak dini itu sangat penting! Memang peran orang tua untuk tegas dan "tegaan" kepada anak itu perlu. Ini point penting ketika nanti saya menjadi orang tua kelak (amiiin insyaallah). Jika kebiasaan baik itu dilakukan terus-menerus, tanpa jam alarm-pun tubuh kita otomatis akan bangun dan mengikuti ritme yang sudah biasa dilakukan.

Hari ini bangun jam 5 pagi, kebetulan sedang haid (ini kebiasaan buruk kalo haid di pol-polin mbangkongnya hihi). Kebiasaan saya kalau bangun masih ngumpulin nyawa-nya lama. Jadi saya start memasak pagi di jam 6. Alhamdulillah cukup masak lauk seadaanya dan membuat air lemon hangat, kebetulan sayurnya masih ada tinggal ngangetin. Saya bagi 3 gelas air lemon hangatnya, yang punya saya tanpa madu, untuk ibu dan suami saya beri madu. Reaksi ibu dan suami sungguh sangat berbeda.
Ibu : "minumannya enak, kalau tiap pagi dibikinin gini ibu suka."
Suami : "minuman apa ini??? nggak enak!"
Naaaah... ini jadi evaluasi untuk saya. Tidak ada masalah jika saya menerapkan menu sehat ke ibu saya, tetapi akan melakukan perlakuan yang berbeda, lebih sabar dan lebih menggali kreatifitas memasak untuk mengenalkan menu sehat kepada suami.


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments