Game Level 2 Day 12

By i k k a r f - Mei 06, 2019



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah..

#hari12
#tantangan10hari
#gamelevel2
#melatihkemandirian
#kelasbundasayang
@institut.ibu.profesional

Marhaban ya Ramadhan.. Alhamdulillah dipertemukan dengan bulan Ramadhan, semoga Ramadhan tahun ini lebih banyak beribadah dan istiqomah. Semoga kita semua kembali fitri, seperti bayi yang baru lahir dihapuskan semua dosa-dosanya serta semoga menjadi golongan orang yang beruntung mendapatkan malam lailatul qadar. Amiiin.. Ramadhan identik dengan lebaran, dan biasanya keluarga kami rutin melakukan mudik di hari lebaran. Kebetulan ayah dan ibu saya bukan orang jember, sehingga banyak keluarga besar ayah dan ibu saya ada di luar kota jember. Semenjak ayah saya tiada kebiasaan mudik ini ganti-gantian disupiri oleh adik laki-laki saya atau suami saya. Yang pasti ketika lebaran suami saya sudah pasti kerja, kalaupun kemaren-kemarin bisa itu dia nyamperin. Berangkatnya diantar adik, pulangnya dijemput suami. Yaa begitulah lebaran kami selama 3 tahun kebelakang ini. Mau tidak mau saya dituntut untuk bisa nyetir mobil sendiri.

Alhamdulillah tahun ini saya berhasil melawan ketakutan saya, saya sudah bisa nyetir mobil sendiri. Meskipun harus sering di latih setiap hari, tetapi saya sudah bisa meyakinkan ibu saya kalau saya sudah bisa nyetir mobil sendirian. Sepertinya lebaran kali ini adalah perdana saya mencoba menyupiri ibu saya antar kota. Untuk bisa semakin expert, saya berusaha membiasakan diri untuk menyetir mobil sehari-hari. Sama seperti naik sepeda motor, untuk menjadi lihai serta menyatu dengan kendaraan memang dibutuhkan jam terbang yang tinggi. Saya merasa bahagia karena berhasil melatih kemandirian saya untuk berani naik mobil sendiri, pencapaian yang luar biasa. Bayangkan saya belajar mobil dari tahun 2005, tetapi baru benar-benar mau dan berani di tahun 2019. Saya selalu mengandalkan ayah saya untuk kemana-mana (terutama ke luar kota mengunjungi sanak saudara), benar-benar merasa kehilangan ketika ayah saya tiada. Meskipun ibu juga bisa nyetir mobil, tetapi semakin bertambahnya usia ibu, saya tidak tega kalau ibu yang nyetir mobil. Skill itu penting, setelahnya baru keberanian untuk menantang diri sendiri. Bukan untuk gaya-gaya-an tetapi keadaan yang menuntut saya untuk mandiri.

Demikian kurang lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments