Aliran Rasa Game Level 1

By i k k a r f - April 16, 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillaah...

Berbahagia sekali saya sudah sampai ke tahap ini, mengalirkan rasa tantangan 10 hari game level 1 komunikasi produktif kuliah bunda sayang institut ibu profesional. Pengen buanget nulis perasaan yang saya rasakan di tantangan hari ke 15, tetapi saya harus bersabar, akan ada saatnya untuk menuangkan perasaan saya tersebut di sesi aliran rasa. Benar saja, ada ppt dari fasilitator yang diberikan kepada kami para "student", memilih diantara beberapa pilihan di titik manakah saya sekarang ini.

Pertama-tama saya akan bercerita apa yang saya rasakan selama mengikuti tantangan. Dari awal saya sudah memutuskan untuk menuliskan tantangan saya di blog. Selain melatih saya menulis di blog saya tidak dibatasi karakter tulisan, lumayan sedikit ribet karena enak menuliskan lewat laptop daripada melalui smartphone. Yang kedua saya ingin belajar ilmu baru, menuliskan tantangan melalui g-doc, selain itu saya juga butuh privacy (saya tidak tau ketika menuliskan akan menyakiti seseorang atau tidak, namanya juga belajar nulis, takut salah ketik atau bagaimana hihi). Selama perjalanan tantangan, saya diberi tantangan juga oleh Allah, suami saya sakit tipus. Ini tantangan sekali! Ketika di hari ke 10, disitu saya benar-benar capek dan ketiduran. Terlewat sudah badge outstanding! Tetapi saya tidak menyerah, karena niat utama saya bukan mengejar badge tetapi konsisten melakukan komunikasi produktif di kehidupan nyata. Yang utama buat saya merawat suami saya dengan benar, ketika dia sakit. Prestasi itu bonus, jadi enjoy saja dan tetap meneruskan tantangan sampai hari ke 15. Semoga game level berikutnya bisa lebih baik lagi.

Review komunikasi dengan diri sendiri, sampai manakah saya saat ini?! 
Saya merasa berada di tahap sosionomi menuju tahap autonomi insyaallah. Tahap sosionomi adalah apabila kita sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan sudah mulai konsisten, menjalankan tantangan tepat 10 hari. Hal ini karena dipicu sebuah kesadaran dan mendapat penguatan dari lingkungan terdekat. 
Hal ini betul sekali, niat yang lurus diawal akan mempengaruhi langkah demi langkah yang kita lakukan. Ketika saya berniat untuk memperbaiki komunikasi saya dengan suami maka saya akan berusaha melakukan semua indikator, meski di tengah-tengah perjalanannya saya sempat baper dan saya komunikasi produktif dengan diri saya sendiri. Baper boleh tetapi selalu ingat akan niat diawal saya apa, hal ini menjadikan saya bersemangat kembali (kilas balik dan muhasabah penting dilakukan agar kita belajar untuk mengenali diri sendiri lebih dalam lagi). Disini saya tau bahwa saya orang yang mudah baperan, tetapi saya juga orang yang pantang menyerah.

Lalu apa itu tahap autonomi? Ini adalah tahap apabila diri kita terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten, tidak hanya berhenti di tantangan 10 hari, kita terus melanjutkannya meski tidak ada yang menyuruh, tidak ada manusia yang menilai. Berkomunikasi produktif sudah menjadi budaya dalam kehidupan anda. 10 hari adalah limit terendah kita, hal tersebut hanyalah sebuah tetapan untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan.
Ini juga yang saya rasakan, ketika di hari ke 10 saya sempat ke skip 1 hari tetapi tidak mematahkan semangat saya untuk terus menantang diri sampai 5 hari kedepannya (total 15 hari). Dan kini setelah tantangan ini selesai, saya berusaha tetap menerapkan indikator yang sudah saya kerjakan secara kontinue. Tidak hanya kepada diri sendiri dan suami tetapi juga ke orang tua dan juga orang lain. PR besar untuk saya belajar clear & clarify, mengganti kata-kata yang negatif menjadi positif. Hal ini akan berhubungan dengan komunikasi dengan pasangan, yang akan kita bahas selanjutnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pola komunikasi kita dengan pasangan, yaitu :
1. Faktor Eksteropsikis (Ego sebagai orang tua)
2. Faktor Arkeopsikis (Ego sebagai anak-anak)
3. Faktor Neopsikis (Ego sebagai orang dewasa)

Hal ini menjadi cermin buat saya, saya melakukan ketiganya kepada pasangan saya, dan setelah saya analisis transaksional komunikasi saya dengan suami didapatkan saya melakukan transaksi tersembunyi. Apa itu transaksi tersembunyi?
Jika terjadi campuran beberapa sikap diantara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima. Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antar pribadi, namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja, sedangkan 1 atau 2 lainnya tersembunyi.

Lagi-lagi betul sekali, saya merasa ke-3 faktor diatas mempengaruhi pola komunikasi saya, begitu pula dengan suami. Hal ini harus saya perbaiki dulu sebelum memperbaiki orang lain. Seperti kata-kata mbak okina yang ingin saya kutip, "change yourself before change others, karena berubah itu mengubah". Diawali dengan mencoba berdamai dengan inner child saya terlebih dahulu.

Semoga saya bisa istiqomah melakukan semua indikator yang sudah dipelajari dan diulang-ulang di tantangan 10 hari kemarin. Dan semoga tulisan ini bermanfaat, semoga kita semua menjadi manusia yang lebih baik lagi kedepannya hari demi hari. Terima kasih, ambil yang baik dan buang yang buruk dari saya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :
Materi dari Tim Bundsay Institut Ibu Profesional Batch 5.


  • Share:

You Might Also Like

0 Comments