Tugas Pertama Kelas Bunda Sayang Institute Ibu Profesional

By i k k a r f - Maret 28, 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bismillaah..

Senang dan bersemangat sekali sudah sampai pada tahap ini, setelah sebelumnya pemanasan dengan tugas-tugas pra bunsay akhirnya tugas yang sesungguhnya di depan mata. Materi pertama adalah Komunikasi Produktif, mantab betul kan??! Buat saya materi ini sangat mantab, karena saya orang yang payah kalau disuruh bicara. Kekurangan saya kalau bicara suka banyak kosa kata ajaib yang sebagian besar orang nggak tau, kalau nyerocos lagi cerewet pemilihan kata-katanya kebolak balik, nggak jarang orang lain salah paham ke saya. Sempat juga dikritik temen, ga satu orang tapi lumayan beberapa orang, saya sedikit bicara tapi sekalinya bicara nyelekit. Nah, semakin kesini saya belajar pelan-pelan untuk menata kata-kata saya terutama ke orang yang baru dikenal. Hal ini tidak bisa dibiarkan saja, oleh sebab itu saya sangat senang dan bersemangat dengan materi pertama ini.

Kalau niat kita baik dan benar Allah pasti membantu kita, dan bener dong.. Materi pertama keluar, lah kok ndelalah secara tidak sengaja saya lihat postingan IG story mbak okina (penggagas enlightning parenting, enlightning couple dll). Jadi mbak okina ini bikin Q n E untuk followersnya, dan kebetulan ada pertanyaan tentang bagaimana komunikasi dengan pasangan. Tidak perlu lama-lama langsung "swipe up" disitu ada blog yang menjelaskan secara gamblang. Selama membaca bait demi bait tulisan blog tersebut dalam hati saya berkata, "ini nih yang aku cari", "ih tulisannya iya banget ini, aku banget ini", langsung deh saya tuliskan di buku catatan yang selalu saya bawa kesana kemari di dalam tas saya. 

Target saya pada tantangan kali ini tak lain dan tak bukan adalah suami, sebenarnya saya juga ingin mempraktikkan juga kepada ibu dan mertua tetapi saya cukup tau diri ya. Lebih baik satu tapi bener-bener berkualitas, begitu pikir saya. Karena saya belum punya anak jadi suami-lah target saya. Saya sudah menikah dengan suami selama 5 tahun dan di bulan mei tahun 2019 ini tepat 6 tahun. Benar kata kabar burung yang beredar, 5 tahun awal pernikahan itu bener-bener suatu ujian yang luar biasa barangsiapa bisa lewat 5 tahun pernikahannya maka akan mudah di tahun-tahun berikutnya. Yaaa entahlah... tetapi yang saya alami di tahun ke lima pernikahan kami, tahun ini lah tahun yang paling berat menurut saya. Komunikasi kita hambar, tidak seromantis dulu, saya ingin merubah pemikiran dan cara saya berkomunikasi dengan suami menjadi lebih baik. Hal inilah yang memotivasi saya untuk bersungguh-sungguh melakukan tantangan 10 hari ini.

Jujur saya ada perasaan marah kepada suami, dan menurut mbak okina (blog yang saya baca tadi) agar komunikasi menjadi baik yang pertama harus dilakukan adalah SELESAIKAN EMOSI ANDA! Caranya??? Dengan membuat ANCHOR (silahkan baca buku mbak okina karena saya tidak akan membahasnya disini), ANCHOR saya adalah menjadi detektif kebaikan suami. Lagi-lagi ini saya amati, tiru dan modifikasi dari teman saya yang sudah ikut pelatihan mbak okina. Disini saya tidak promosi, tetapi hanya ingin berbagi saja. Jadi saya tuliskan kebaikan-kebaikan apa saja yang suami saya telah lakukan pada saya dari mulai saya mengenal anchor ini sampai sekarang. Di dalam Islam juga saya ingat Rasulullah ketika isra' mi'raj beliau melihat para perempuan banyak di neraka, sebagian besar karena istri yang selalu melihat keburukan suaminya saja. Astagfirullahaladziim... saya tertampar kalau ingat ini, bersyukur sekali Allah membimbing saya ke jalan yang benar. Semoga selalu dan seterusnya begitu. Amin. Dan benar saja, saat menuliskan kebaikan suami pikiran saya selalu positif ke suami, dan rasa sayang itu tumbuh. Alhamdulillah sedikit demi sedikit marah saya ke suami semakin pudar. Dan itu hanya butuh satu hari saja. Allah menohok pas di hati saya, sungguh indah cara Allah untuk mengingatkan hambanya yang salah.

Hari ini hari pertama tantangan 10 hari Komunikasi Produktif (semoga istiqomah bisa sampai 17 hari yaa.. Amin). Saya akan bercerita hasil dari praktik perdana saya hari ini, yang jelas jangan mengharapkan hasil karena itu adalah milik Allah, yang saya bisa lakukan adalah berusaha dan semoga usaha saya dicatat satu kebaikan dan mendapat ridho Allah swt. Amin.

1. Clear & Clarify; seperti yang sudah saya ceritakan diatas bagaimana kekurangan saya, jadi saya pasang target dan tujuan terlebih dahulu. Mau bahas apa dengan suami hari ini. Saya memutuskan saya ingin ijin dan menjelaskan bahwa saya sedang sekolah di Institute Ibu Profesional tepatnya kelas bunda sayang dengan materi pertama Komunikasi Produktif dan tantangan ini ingin saya lakukan dengan suami.

2. Choose The Right Time; kami berdua sama-sama bekerja dan sibuk, jadi hanya waktu-waktu tertentu yang kami punya. Seperti hari ini, sepulang kerja suami saya sudah di rumah dan saya tahu nanti malam dia pasti keluar lagi kerja jadi inilah waktu saya. Dia pasti lelah karena pulang kerja juga, jadi saya menawarkan minuman kepada suami saya agar suasana enak. 

3. Kaidah 7-38-55; sebisa mungkin saya pilih kata-kata yang baik, intonasi suara di rendahkan dan lembut, bahasa tubuh saya duduk bersila disamping suami saya yang sedang tiduran sambil lihat youtube, punggung saya tegakkan.

4. Intensity of eye contact; saya berusaha lihat matanya meski dia fokus ke hapenya. hehehe gak papa namanya juga hari pertama kan, yang penting fokus sikap saya dulu.

5. Kaidah i'm responsible for my communication result; hasil tidak penting di awal-awal masa percobaan, yang penting reaksi yang saya dapat. Alhamdulillah setelah saya mengutarakan tujuan saya sikap suami saya positif, meski disambi dia lihat hape. akhirnya saya tiduran gabungan lihat apa yang suami lihat.

Beginilah kurang lebih percakapan saya dengan suami :
Saya : "Mas mau dibuatin teh kah? kopi?"
Suami : "Moh.. lagi ga pengen ngeteh."
Saya : (Gak papa, meski capek habis pulang kerja tapi kelihatannya moodnya bagus kok, nyatanya nada suaranya tenang) "Sayangku.. mas.. aku kan sedang ikut kuliah ibu profesional kan ya, sekarang sudah mulai kelasnya, materi pertamanya itu komunikasi produktif. Naaah.. aku memilih mas sebagai partnerku melakukan tantangan. Apakah mas bersedia?" (saya sangat susah untuk memanggil suami saya dengan sebutan sayang, tapi saya akan mulai membiasakannya, meski kelu diawal karna tidak biasa hehehehehe)
Suami : (Sambil senyum dan tertawa memandang saya) "hahaha.. kayak apa itu?"
Saya : "Jadi nanti kita meluangkan waktu khusus untuk diskusi komunikasi yang produktif, gak papa sebentar aja yang penting berkualitas. Kira-kira mas bisanya kapan ngobrolnya?" (sambil tetap senyum, menatap mata dia, dan bahasa tubuh yang fokus ke dia).
Suami : "Ya kan meski 10 menit 15 menit yang penting komunikasi kan? Coba jelaskan komunikasi produktif itu seperti apa?" (dia jawab sambil senyum, menatap saya, dan bahasa tubuhnya mengatakan sinyal positif).
Saya : "Iya gak papa, pokoknya nanti luangkan waktu tiap harinya minimal 10 hari lah. Jadi komunikasi produktif itu...." (saya setujuin aja permintaannya, meski nantinya tantangan ini ga hanya 10 hari tapi seterusnya semoga jadi lebih baik, kemudian saya menjelaskan tentang sedikit materi ini tapi ya gak sampai selesai, yang ada kita malah nonton bareng video-video lucu yang suami saya tonton, dan sesekali kita tertawa bersamaan, membahas tingkah orang dalam video).
tiba-tiba suami berceletuk, "ini kan juga komunikasi produktif kan..."
saya : "yayayayayayaya... bisa jadi.. bisa jadi.." 

kita berduapun tertawa.

Alhamdulillaah.. meski sebentar dan sederhana bisa dikatakan hari pertama tantangan komunikasi produktif pada pasangan berhasil. Namanya juga pertama, meski disambi dianya liat smartphonenya tapi dia merespon positif dan baik kok kata-kata saya. MISI BERHASIL! 💌

Demikian semoga bermanfaat, insyaallah tantangan berikutnya akan saya kerjakan melalui g-doc. Masih mau latihan nih.. Doakan saya yaa.. semoga di tahun ke enam pernikahan saya nanti semakin Sakinah Mawadah Warahmah. Terima kasih suamiku, good job!

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source :
Institute Ibu Profesional Materi 1 Kelas Bunda Sayang, Komunikasi Produktif
Okina Fitriani Instagram Story

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments