SELF HEALING

By i k k a r f - Maret 19, 2019


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..

Alhamdulillaah kita semua masih diberi nikmat dan karunia oleh Allah swt untuk belajar bersama di pra bunsay NHW ke 3. Setelah weekend kemarin tidak ada materi, tetapi saya dan teman-teman belajar di live class tentang Inner Child. Jadi ceritanya hari sabtu weekend kemarin saya dan teman-teman buat intimate talkshow tentang menuntaskan Inner Child, pada saat acara tersebut sukses bikin haru biru peserta dan panitia sekaligus pematerinya. Ternyata setiap manusia siapapun itu punya trauma, kesal, kecewa yang terekam cukup baik di dalam otaknya. Bagaimana menyikapinya?!

Pas buanget nget, materi pra bunsay kali ini membahas tentang self healing, "Selesaikan masa lalu, menjadi pribadi yang berhati lembut, hangat & pemaaf". Nah.. seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, setiap kita sudah pasti mempunyai rasa yang tidak enak di masa lalu. Kita hidup tidak mungkin selalu benar, lurus dan tidak ada hambatan, sebab sudah tertulis di dalam ayat suci Al-Qur'an orang yang beriman sudah pasti akan diuji oleh Allah. Untuk apa sih kita diuji? kok ga lempeng-lempeng aja. Mari kita simak dan mulai jawaban NHW pra bunsay 3 saya.

Proses self healing yang pertama, kita harus memetakan lifeline kita mencoba mengingat dan menguak kembali luka lama kita. Kemudian kita runut kebelakang, mulai menikah, kuliah, SMA, SMP, SD, TK, balita dan bayi adakah luka lama yang sangat menyakitkan kemudian kita tuliskan semuanya. Kita ingat-ingat bagaimana rasa pada saat itu (analisa VAKOG dan TFAN), misalnya ketika mengingat luka itu bagaimana reaksi 5 panca indera kita. Kedua metode ini saya lakukan off the record, hanya saya dan Tuhan saja yang tau. Berikutnya kita lakukan menimbang dengan menggunakan Jembatan Mizan.

Bagaimana cara membuat Jembatan Mizan?

Ambil kertas kemudian dibagi dua, kiri dan kanan. Dibagian kiri, tuliskan semua hal yang merupakan efek buruk dari peristiwa yang dialami (sebagai contoh latihan, ambil 1 peristiwa dengan skor emosi paling minus/rendah di Lifeline). Dibagian kanan, tuliskan semua hal yang merupakan pembelajaran dan hikmah (sifatnya langsung maupun tidak langsung) yang berupa pengetahuan, keterampilan, kompetensi (skill & character) & sikap hidup dari peristiwa tersebut. Saya akan memaparkan satu demi satu apa yang saya alami.

Bagian kiri : efek buruk dari peristiwa yang sangat membekas adalah marah, kecewa, sedih, menagis, merasa tidak berguna, penyesalan, dan ingin pergi dari ketidaknyamanan pada saat itu.

Bagian kanan : hikmahnya dari peristiwa tersebut adalah semakin yakin jika Allah ada dan sedang melihat saya, mendengar saya, menyayangi saya, keyakinan saya kepada Allah meningkat, saya tidak boleh menggantungkan hidup saya kepada manusia tetapi kepada Allah, Saya jadi tau kesalahan saya dan berusaha merubah jadi lebih baik (karena terkadang kita tidak merasa bersalah sampai akhirnya kesalahan itu sendiri yang datang menghampiri kita melalui pengakuan orang lain), kita tidak berdaya dan tidak punya kekuasaana apapun (hanya Allah-lah yang dapat membolak-balik hati dan pikiran manusia), saya harus belajar yakin sama Allah bahwa Allah pasti memberi yang terbaik yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, dan saya harus belajar khusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah. Semakin kita berfikir negatif, maka pikiran negatif itu malah akan terjadi.

Dapat kita lihat, hasil reaksi luka itu ternyata hanya sedikit dibalik itu semua tersimpan banyak sekali hikmah yang Allah berikan kepada kita. Karena sejatinya tujuan hidup kita di dunia ini adalah beribadah kepada Allah. Lalu kenapa kita harus berlarut-larut dalam kesedihan?! Padahal rahmat dan nikmat Allah begitu banyak yang telah kita terima sampai detik ini.

Setelah saya merenungi hal diatas maka visi terbaik diri saya di masa depan adalah menjadi pribadi yang lemah lembut baik perbuatan, berfikir dan bertutur kata. Lemah lembut disini bukan lembek atau tidak tegas, tapi yang punya prinsip yang kuat sehingga tidak mudah goyah ketika keterpurukan, ujian datang mendera.

Saya ingin menjadi pribadi yang :
1. Berpikir positif terhadap segala sesuatu yang datang kepada saya baik atau buruk.
2. Lebih penuh kasih sayang terutama terhadap keluarga (tidak apatis).
3. Menjadi sosok pemaaf, yang dengan sabar dan ikhlas menerima qada dan qadar Allah yang sudah digariskan untuk saya.

Demikian NHW 3 pra bunsay kali ini, semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Jika ada tulisan yang tidak berkenan mohon koreksinya dan mohon dimaafkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Source : Tim Pra Bunda Sayang Institute Ibu Profesional

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments