Kembali Ke Kelas

By i k k a r f - Maret 13, 2019




Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..
Bismillahirahmanirahim..

Senang sekali saya kembali aktif menulis blog lagi, karena eh karena kelas bundsay Ibu Profesional sudah mulai. Alhamdulillah diberikan kesempatan dapat kuota untuk bisa belajar di kelas bundsay. Semakin tahun Ibu Profesional melakukan pembaharuan dan semakin ketat syarat masuk kelasnya. Tiap regional dibatasi beberapa kursi juga. Kenapa saya tau? Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk berada di balik layar Ibu Profesional Regional. Singkat cerita saya diajak bergabung menjadi manager keuangan IP Regional. Nanti kita akan bahas tersendiri tentang ini ya. Sekarang saya akan mulai mengerjakan NHW perdana (NHW 1 Pra Bunsay). Yuk kita belajar bareng.

Pertanyaan pertama :
Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu Bunda Sayang?

😃 saya suka belajar hal baru, dan ingin ilmu yang dimiliki nantinya menjadikan saya perempuan profesional baik di ranah domestik maupun publik. Materi-materi di dalam kelas Ibu Profesional ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Hal ini akan menjadi bekal saya nanti ketika naik kelas menjadi ibu. Karena saat ini saya masih disuruh belajar memahami pasangan dulu oleh Allah, semoga nanti naik kelas jadi seorang ibu dari anak-anak saya kelak (mohon doanya ya, semoga kami diberikan amanah anak soleh solehah nanti oleh Allah swt. Amin).

Pertanyaan kedua :
Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

😃 saya pakai strategi STUDY (bisa dibaca search di blog saya ini lebih detilnya, NHW dari Matrikulasi dulu). Saya akan memberikan penjelasan singkatnya:
S-nya adalah semangat belajar ditumbuhkan, karena sudah memilih untuk mengambil kelas bundsay ini maka semangat belajar di awal sekolah ini harus kita tumbuhkan terlebih dahulu, kalau kita sudah senang maka tugas dan tantangan apapun yang diberikan oleh fasilitator akan dilakukan dengan riang gembira.
T-tuliskan indikator-indikator dengan audio visual (karena saya akan faham ketika materi yang disampaikan saya tulis ulang dengan gambar dan chart yang menarik).
U-upgrade diri dengan membaca literatur yang menunjang materi hari itu.
D-doing! melakukan action, melakukan diskusi kelompok (kalau di bundsay ini kita ada peer group, jd bisa belajar kelompok selama kelas bundsay ini) saling menyemangati dan bergandengan tangan lulus bareng-bareng.
Y-Yang Maha Esa, maksutnya disini kita berdoa dan berbagi (dakwah) ke sekitar. Berdoa semoga diberikan pemahaman ilmu, diberikan kesehatan dan kemampuan untuk dapat menyelesaikan kelas bundsay ini dengan baik.

Pertanyaan ketiga :
Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

😃 saya akan mengkosongkan gelas saya, sehingga ilmu baru akan masuk dengan baik, mendahulukan adab sebelum ilmu dengan menghormati pendapat mahasiswi lain dan fasilitator. Ketika mengerjakan tugas melalui literasi selalu mencantumkan sumbernya. Tidak mudah termakan hoax, atau copas dari grup sebelah (mencari kebenaran dari ilmu dengan membaca referensi dari beberapa buku).

STUDI KASUS :

Kasus 1 : Program Kuliah Bunda Sayang diikuti oleh Ibu dan Calon Ibu yang memang tertarik untuk mempelajari 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak. Artinya, keikutsertaannya merupakan komitmen yang hadir dari faktor internal. Dalam perjalanannya, tantangan kesibukan selalu ada. Godaan saat mengikuti jadwal kuliah dan membuat setoran bisa menghampiri. Bagaimana Anda mengantisipasinya?

😃 bertanggungjawab akan pilihan untuk mengikuti kelas bundsay ini, sehingga berkomitmen mengerjakan NHW tepat waktu dan aktif di kelas. Strateginya mematuhi kandang waktu yang sudah dibuat, dan bekerjasama dengan teman-teman di grup untuk saling mengingatkan.

Kasus 2 : Dalam sebuah diskusi di kelas Bunda Sayang, Fasilitator menyampaikan pendapat, pengalaman dan jawaban atas pertanyaan dan topik yang diajukan. Namun ada juga mahasiswi, yang memiliki pendapat berbeda. Ada yang menyampaikannya secara langsung di kelas, ada yang menyampaikan melalui pesan pribadi. Fasilitator menerima berbagai masukan yang ada, kemudian menyampaikan tanggapannya di kelas. Jika Anda punya pendapat yang berbeda, bagaimana Anda
menyampaikan pendapat tersebut? Dan seandainya setelah disampaikan, tidak ada titik temu, bagaimana Anda menyikapinya?

😃 ketika diskusi berlangsung saya akan mengutarakan pendapat saya langsung di forum (kembali di awal untuk berkomitmen aktif di kelas) tetapi jika ada jawaban atau pertanyaan yang sensitif atau kurang faham ketika diskusi di grup bisa wapri fasilitator untuk menjelaskan lebih rinci. Seandainya tidak ada titik temu maka bersikap legowo dan menghargai jawaban teman lainnya dan memilih untuk mengambil pendapat yang menurut kita paling baik, dan sesuai dengan kondisi kita.

Kasus 3 : Materi dan Tantangan Bunda Sayang benar-benar terasa manfaatnya. Bagaimana cara Anda berbagi kebahagiaan, manfaat dan hikmah yang telah didapat pada keluarga, teman atau lingkungan? Kuota penerimaan Mahasiswi Bunda Sayang masih terbatas. Banyak yang menanti pendaftaran Kuliah Bunda Sayang, namun belum berhasil mendapatkan kuota. Ada pula yang berhasil diterima, namun di tengah jalan harus mundur, cuti bahkan remedial. Bagaimana Anda menyikapinya?

😃 berbagi dengan literasi menulis ulang di blog saya ini dan mengaplikasikan ilmu yang sudah dipunya dikehidupan sehari-hari diharapkan kita menjadi role model di dalam kehidupan secara tidak langsung kita dakwah melalui akhlaq kita. Saya sudah berhasil diterima dan mendapat kuota belajar di kelas bunda sayang ini maka harus banyak bersyukur dan berkomitmen dengan apa yang sudah kita pilih dan putuskan serta saling menyemangati teman-teman yang lain agar niat di awal ini tidak kendor.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia. Selalu mengedepankan adab sebelum berilmu, mematuhi coc yang sudah disusun oleh Ibu Profesional, karena kita adalah calon-calon ibu profesional.

Alhamdulillah..
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Source : Tim Bunda Sayang Institut Ibu Profesional 

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments