Bunda Sebagai Agen Perubahan

By i k k a r f - September 27, 2018

Assalamualaikum wr. wb.
Bismillah saya sudah berada di penghujung tugas dari tahapan Matrikulasi IIP, tugas terakhir NHW 9 kali ini membahas tentang Bunda Sebagai Agen Perubahan. Kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, maka mulailah lihat isu sosial di sekitar kita, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat. Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social entrepreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan. Sedangkan social entrepreneur adalah orang yang menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan entrepreneur.

Sehingga kita bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Dimulai dari yang sederhana, saya melihat dari diri saya sendiri, permasalahan yang saya hadapi selama ini apa saja, dan solusi apa yang saya lakukan terhadap permasalahan yang saya hadapi.
Berikut adalah kolom minat hobi ketertarikan sesuai dengan NHW 8 saya.



Passion saya adalah entrepreneur. Kemampuan yang ada dalam diri saya adalah pekerja keras, ulet, komunikatif dan percaya diri. Alhamdulillah semenjak tahun 2015 saya memberanikan diri untuk berwirausaha dengan menggunakan brand "genkycorp". Genkycorp adalah suatu perusahaan yang di dalamnya mencakup tentang kesehatan, pendidikan dan zero waste. Jadi genkycorp mempunyai 3 usaha di dalamnya, yaitu pertama Omah Genky adalah suatu tempat yang mendalami tentang ilmu kesehatan, sampai saat ini kami sudah memiliki babyspa, kidsspa, spa ibu hamil dan nifas, persalinan alami dan bekam. Yang kedua adalah Genky Boutiq, ini adalah suatu tempat yang menjual produk-produk zero waste, makanan dan minuman homemade yang bebas bahan sintetis, serta hasil DIY dari barang-barang bekas untuk didaur ulang menjadi barang layak jual. Kemudian yang ketiga yang masih dalam proses, berhubungan dengan pendidikan adalah Omah Sinau, ini adalah suatu tempat untuk berbagi ilmu mengedukasi baik perempuan, laki-laki berazaskan fitrah based education (mohon doanya semoga terlaksana, InsyaAllah.. Amin). Selama saya menjalankan usaha saya ini, sudah pasti menemui banyak sekali rintangan dan permasalahan. Saya ingin menjadi entrepreneur yang beda, karena saya Islam dan muslim, saya ingin berdagang dengan mengikuti kaidah Islam. Salah satu isu sosial yang ada pada saat ini adalah bisnis erat kaitannya dengan riba. Padahal salah satu larangan dalam berdagang adalah untuk menjauhi riba. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir." (QS. Ali-Imron : 130).

Saya ingin usaha yang saya lakukan diberkahi Allah dengan melakukan jalan yang sesuai tuntunan dalam Islam. Tidak jarang pula riba, persaingan usaha yang tidak sehat menjadi suatu masalah yang dihadapi oleh entrepreneur. Lalu bagaimana saya menghadapi masalah saya ini?! Agak nyeleneh ya kalau diceritakan, tetapi itulah lika-liku hidup. Selain bertekad untuk merintis usaha disisi lain saya juga menyebar lamaran kerja pada tahun yang sama (tahun 2015), jujur saja saya kelabakan mengatur keuangan perusahaan (meski kecil-kecilan tetaplah namanya perusahaan ya.. hihi). Alhasil saya sempat terpuruk stagnan karena kekurangan modal, saya tidak bisa mengandalkan orang tua saya terus-terusan untuk membantu saya. Tekad bulat saya juga yang tidak ingin berurusan dengan bank (sangat jaga jarak dengan riba), alhamdulillah saya diterima kerja pada tahun 2017. Allah membantu saya, meskipun pikiran saya akhirnya terpecah karena bekerja menjadi pegawai dan menjadi entrepreneur tetapi sedikit demi sedikit modal itu terkumpul. Jika berbicara tentang pesaing, kita harus mempunyai ciri khas yang kuat agar beda dengan pengusaha lainnya (dalam hal ini saya orang yang tidak mudah terpengaruh dan masa bodoh dengan pesaing). Bagi saya tidak ada persaingan, saya malah lebih suka merangkul dan menjadi partner mereka.

Isu sosial berikutnya adalah kodrat perempuan yang menjadi istri dan ibu di keluarga apakah bisa jalan selaras dengan perempuan sebagai entrepreneur. Dalam hal ini saya masih belajar, dan beruntung sekali Allah mempertemukan saya dengan IIP. Disana saya belajar banyak bagaimana mengatur waktu, saat ini saya masih trial eror. Semoga kedepannya saya sudah bisa menemukan celahnya.

Saya berharap kedepannya dapat membuat suatu komunitas entrepreneur muslimah yang dapat membantu banyak perempuan usia produktif untuk dapat menjalankan perannya sebagai ibu, istri dan entrepreneur yang sesuai kaidah Islam, saling mendukung dan membantu sesama anggotanya.

Demikian NHW 9 saya, doakan semoga saya lulus dan dapat melanjutkan ke tingkatan IIP selanjutnya yaitu bunda sayang. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan kata-kata mulai dari NHW 1 hingga NHW 9 ini, semua materi adalah hasil dari tulisan tim matrikulasi IIP batch 6. Jika ada yang baik boleh diambil, jika ada yang tidak baik mohon kritik dan saran untuk saya. Terima kasih. Jika ingin berkenalan lebih jauh silahkan follow instagram @genkycorp dan @genkyboutiq 😁

Wassalamualaikum wr. wb.





  • Share:

You Might Also Like

0 Comments