Berubah atau Kalah

By i k k a r f - September 19, 2018

Judulnya biar bikin melek yang nulis.. hehe

Assalamualaikum wr. wb.
Bismillah Alhamdulillah sudah sampai di NHW 8, kali ini belajar tentang bagaimana pentingnya menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Setelah sebelumnya belajar dari NHW 1 sampai 7, serta membaca buletin-buletin di hari sabtu yang isinya hasil jawaban bun-cabun MIIP-6 di wilayah lain, saya sangat terinspirasi. Banyak perempuan-perempuan hebat diluar sana yang ingin menjadi perempuan profesional baik yang berada di wilayah domestik maupun yang menjalani 2 wilayah (domestik dan publik) dengan pengetahuannya yang luarbiasa berbeda-beda dan unik. Dalam perjalanannya ada hal-hal yang saya rubah, setelah mempraktekkannya selama 1 minggu dan dievaluasi terjadi ketimpangan sehingga perlu adanya perubahan yang lebih fokus lagi agar tidak seperti tahun-tahun lalu kelamaan di kuadran IV (melakukan hal-hal yang tidak perlu terlalu lama, sehingga tidak fokus dan tujuan selalu tidak tercapai). Saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkan secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah saya tulis di kuadran SUKA dan BISA (sebelumnya di NHW 7 saya menuliskan crafting, tetapi setelah saya gali lagi kali ini saya memilih Muslimah Entrepreneur). Saya memilih Muslimah Entrepreneur sebab berfikir kenapa Allah menempatkan saya di lingkungan saya yang sekarang. Saya belum punya anak, Allah meminta saya untuk mengurus suami saya dahulu. Saya juga masih tinggal di rumah ibu kandung saya yang bidan, meneruskan usaha ibu dibidang kebidanan. Atas pertimbangan keduanya saya berfikir untuk lebih memperdalam entrepreneur yang sudah 3 tahun saya kerjakan. Dari dulu (masih muda belia, kurang lebih sd) saya selalu berbinar ketika melakukan transaksi jual beli, sangat menyenangkan ketika dapat uang hasil jerih payah saya sendiri. Banyak ide-ide kreatif yang saya kerjakan untuk menghasilkan uang. Intinya bukan pada uangnya, tetapi kepuasan melayani orang lain dan kepuasan tersendiri saya bisa menghasilkan pendapatan sendiri tanpa meminta ke orang tua lagi.

b. Setelah ketemu satu hal, berikut ini saya akan menjawab pertanyaan "BE DO HAVE" dibawah ini:
1. Mental seperti apa yang harus saya miliki untuk menjadi seperti yang saya inginkan? (BE)
- saya ingin mempunyai mental pemimpin, bukan bos. Selalu sabar dan ikhlas untuk melalui UP and DOWN dalam dunia bisnis. Menjadi tauladan (contoh) yang bijaksana dalam bekerja dan mengambil keputusan dalam berbisnis untuk para partner kerja saya. Selalu mendahulukan Allah swt, sebelum memilih beberapa pilihan yang mungkin datang selama berbisnis.

2. Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi seperti yang saya harapkan? (DO)
- Saya harus mempunyai niat ikhlas dan sabar terhadap apa yang sudah saya pilih, menuliskan indikator-indikator apa saja untuk menjadi Muslimah Entrepreneur, kemudian fokus terhadap apa yang sudah direncanakan.

3. Apa yang akan saya lakukan apabila saya sudah memiliki yang saya harapkan? (HAVE)
- Saya akan lebih banyak berbagi dengan orang lain, melayani mengembangkan potensi yang sudah dipunyai (selalu menumbuhkan jiwa miskin ilmu) dengan begitu berharap mendapat ridho Allah SWT atas semua yang sudah saya lakukan, bukan mengharap ridho dari manusia.

c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:
1. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)


Ini adalah peta hidup saya 5 tahun sampai 25 tahun kedepan (semoga diberi usia panjang dan berkah). Saya memilahnya menjadi 4 target yaitu target family (keluarga), target career, target spiritual, dan target passion. Keempat faktor ini berdiri sendiri tetapi berkesinambungan. Selain itu memudahkan saya untuk fokus ditiap targetnya dengan 24 jam waktu yang saya punyai per-hari-nya. 
Setelah mengevaluasi milestone saya, ternyata saya hanya sanggup fokus ke kuadran SUKA dan BISA saya 5 jam tiap harinya, sehingga membutuhkan 5 tahun untuk menjadi profesional (sebelumnya butuh waktu 4 tahun). Sehingga diharapkan di akhir kurun waktu saya :
  • target family : mempunyai anak-anak yang mandiri berakhlaq sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Hadist.
  • target career : genkycorp (nama usaha saya) bisa diamanahkan ke orang lain yang amanah sesuai visi misi yang sudah saya buat.
  • target spiritual : mendapat ridho suami atas semua yang saya lakukan dan kerjakan, dan mendapat ridho Allah SWT selama hidup di dunia ini.
  • target pasion : diharapkan semua passion sudah dilakukan semua, tinggal menikmati sisa waktu dengan bahagia.

2. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu 5-10 tahun kedepan (strategic plan)
5 tahun ke depan :

  • target family : punya 3 anak homebirth semua (amiin semoga diijabah Allah swt), menjadi ahli gizi di rumah (ibu, suami dan anak-anak tidak sakit-sakitan).
  • target career : genkycorp autopilot (mengajak orang-orang yang amanah dan sevisi-misi), omah genky berbasis thibbun nabawi.
  • target spiritual : bacaan al-qur'annya sudah benar (ketika sedang tilawah dg ustdzah mayang udah ga ada salahnya lagi), hafal juz ke 30 (one day one surah), sholat di awal waktu, sedekah istiqomah tiap hari.
  • target passion : mahir jahit gamis (kursus menjahitnya lulus dapet sertifikat), jago nyetir mobil (udah ga ada komplain dari ibu karena saya sudah mahir nyetir mobil).

10 tahun ke depan :
  • target family : ibu yang menerapkan fitrah based education dalam mendidik anak-anaknya kelak. Haji bersama suami (tabungan yang sudah diisi sudah memenuhi kuota).
  • target career : rumah belajar di Malang autopilot (bekerjasama dg orang-orang yang amanah dan sevisimisi), memulai usaha pertanian di Malang (mendapat orang yang kompeten dan amanah bekerjasama di bidang pertanian).
  • target spiritual : paham tafsir Al-Quran (faham dg buku tafsir dan belajar dg ahlinya), sholat menjadi kebutuhan bukan kewajiban (tidak merasa "asal menggugurkan kewajiban" lagi).
  • target passion : jago renang (sering latihan), memanah (latihan bersama ahlinya) dan berkuda (latihan bersama ahlinya).
3. Apa yang ingin saya capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)


Ini adalah checklist indikator-indikator yang ingin saya capai untuk memenuhi milestone hidup yang sudah saya buat (terinspirasi dari salah satu buletin ibu MIIP batch 6). Berikut milestone hidup saya :

  • Menjadi Asiyah, ada beberapa sub materi yang urgent untuk dipelajari dalam 1 tahun pertama kedepan. Mencakup semua materi untuk target family, career, spiritual dan pasion. 
  • Menjadi Maryam, di 1 tahun ke dua ini berfokus lebih memperdalam ilmu thibbun nabawi serta kesehatan ibu dan anak dengan mengaplikasikan ke diri sendiri dan keluarga. 
  • Menjadi Fatimah, di 1 tahun ke tiga ini berfokus lebih memperdalam ilmu parenting Fitrah Based Education sesuai dengan tuntunan Al-qur'an dan Hadist.
  • Menjadi Khadijah, di 1 tahun ke empat ini berfokus lebih memperdalam ilmu entrepreneurship yang sesuai dengan tuntunan Al-qur'an dan Hadist.
  • Menjadi Ibu Profesional Salihah, di tahun ke lima ini berfokus untuk evaluasi 4 tahun kebelakang, yang belum expert diperdalam di tahun ini, serta belajar zero waste menjadi khalifah yang baik di muka bumi ini.
Demikianlah tugas NHW 8 saya, jika membaca NHW 1 sampai 7 maka akan menemukan kegalauan disetiap tulisannya. hehe 😁

Ada tulisan menarik dari tim matrikulasi IIP batch 6, pada dasarnya menemukan misi hidup itu tidak ada hubungannya dengan usia seseorang. Semakin awal seseorang merasa "galau" kemana arah hidupnya, semakin risau untuk mencari sebuah jawaban "mengapa Allah menciptakan dirinya di muka bumi ini?" maka semakin cepat akan menemukan misi hidup. Satu quotenya yaitu  "mulailah dengan PERUBAHAN karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH". Terakhir quote dari saya, "Semakin anda galau, semakin dekat anda menemukan misi hidup anda".


Wassalamualaikum wr. wb.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments