Adab Menuntut Ilmu

By i k k a r f - Agustus 06, 2018




Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya saya menjadi salah satu keluarga Institut Ibu Profesional.. Kali ini NHW (Nice Home Work) pertama saya membahas tentang adab menuntut ilmu. Langsung saja saya menjawab pertanyaan dari NHW 1 :
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini?
Saya akan menentukan dulu satu jurusan ilmu yang akan saya tekuni, setelah berfikir dan menimbang dari sekian banyak ilmu yang ada di dunia ini, saya memilih untuk menekuni ilmu :
a. sabar ketika lelah, disaat lelah dan penat maka biasanya manusia akan mudah marah jika ada seseorang atau sesuatu yang mencoba mengujinya. Sebagai contoh : ketika saya sudah lelah bekerja di ranah publik, pulang ke rumah melakukan kegiatan domestik, kemudian ada pertemuan keluarga tetapi saya disindir kehadirannya karena tidak dari pagi datang ke acara keluarga, emosi manusia saya otomatis akan marah otomatis raut wajah tidak enak, senyumpun susah. Padahal sudah dijelaskan bahwa kita ada tanggungjawab di ranah publik dan domestik untuk kita selesaikan terlebih dahulu baru menghadiri acara keluarga. Tetapi terkadang orang lain hanya melihat hasil tanpa melihat proses apa saja yang telah kita lalui.
b. ikhlas atas apa saja yang telah Allah takdirkan kepada kita. Ilmu ikhlas memang tidak serta merta akan ada, butuh melewati masa denial dan lain sebagainya. Ilmu ini yang saya rasa butuh diasah dan dilatih terus menerus.
c. Management waktu, ilmu berikutnya yang masih jadi PR buat saya adalah mengatur waktu. Begitu banyaknya aktifitas yang menuntut saya untuk pintar-pintar membagi 24 jam waktu saya dengan baik.
d. Bermanfaat bagi orang lain, ilmu yang paling akhir adalah menjadi manusia yang berguna untuk orang lain. Minimal berguna bagi keluarga. Selama ini merasa diri ini masih kurang berbakti kepada keluarga dan sekitar.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
Alasan saya ingin menekuni ilmu tersebut semata-mata saya ingin meraih ridho Allah SWT. Tujuan manusia diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk beribadah kepadaNya. Bukan sukses banyaknya rejeki, sukses duniawi, tapi bagaimana kita bisa melalui ujian dalam hidup ini dengan sukses. Ilmu-ilmu yang saya paparkan diatas memang tidak mudah, tetapi kita diberi akal untuk bisa merealisasikan ilmu tersebut di kehidupan kita. Jika gagal maka muhasabah diri, strategi seperti apa yang perlu kita lakukan agar sukses ada progres menjadi lebih baik daripada kemarin.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Strategi yang akan saya rencanakan kedepannya adalah saya akan mengaplikasikan segala ilmu yang saya punya di kehidupan nyata. Istiqomah terhadap apa yang menjadi strategi yang telah ditulis dan berkomitmen untuk melaksanakan pembagian waktu dengan baik. Sebagai contoh, mencontoh dari stadium general ibu septi kemarin, Malam hari sebelum tidur kita menuliskan aktifitas apa saja yang akan kita lakukan selama sehari penuh, dan muhasabah diri hal-hal apa saja yang telah dilakukan pada hari itu. Saya beri emotikon atau prosentase rasa sabar dan ikhlas hari itu berapa, dan saya sudah berbagi apa saja kepada orang lain pada hari itu. Jangan lupa mencatatnya di dalam buku khusus atau di tablet saya. Biasanya saya akan merekap dalam 1 tahun, target-target yang sudah lebih baik yang mana. Yang perlu diulang-ulang yang mana. Sebab waktu seperti pedang. Jika bukan kita yang menggunakan pedang itu dengan baik maka pedang itu yang akan menebas kita

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Perubahan sikap apa saja yang saya perbaiki dalam proses mencari ilmu adalah lebih menghargai sang pembuat ilmu. Sebelum menuntut ilmu saya berdoa dulu kepada Sang Maha Pemilik Ilmu untuk diberikan pemahaman dan hidayah atas ilmu yang akan saya pelajari. Kemudian mengamalkan ilmu, bisa dengan memposting ilmu yang dipunya sebagai dakwah atau merealisasikan ilmu di kehidupan sehari-hari sebagai akhlak. Ketika berdakwah di media sosial, seyogyanya saya menghargai siapa yang menuliskan atau yang memberi ilmu tersebut dengan selalu  menyantumkan nama sumbernya, baik nama buku atau nama penulisnya. Jika ada informasi yang datang, saya tidak serta merta dengan mudahnya saya share. Saya cari tau kebenarannya dulu, jika tidak begitu saya akan berkontribusi menjadi salah satu orang yang membagikan informasi salah yang akan saya pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Maka sangat hati-hati untuk memilih dan memilah membagi informasi, lebih baik memberi pesan positif atau informasi yang sesuai faktanya dengan mencantumkan sumbernya.

Akhir kata saya mengutip dari tim matrikulasi IIP, menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia.

Wassalamualaikum wr. wb.

  • Share:

You Might Also Like

0 Comments